11:27 am - Senin Oktober 23, 2017

‘Valentine Day’ Identik dengan Ajakan Berzina

537 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (google)

Oleh: Erlindawati, S.PdI*

Pikirreview.Com–Masyarakat barat dan eropah meyakini, bahwa valentine day atau yang mereka namakan hari kasih sayang dan mereka peringati setiap 14 februari, sebagai moment istimewa tempat menumpahkan segala rasa  (nafsu) manusiawinya.

Single content advertisement top

Valentine day di dunia barat suadah dianggap sebagai hari pesta ria menyatakan cinta sambil minum-minum alkohol, dan mabuk-mabukan. Hari pesta ria ini sekarang diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido bersayap.

Dalam wikipedia disebutkan, sejak abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun.

Hal ini membuat hari pesta ria ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dancokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya Valentine itu merupakan hari percintaan, bukan hanya kepada pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Sungguh sebuah bencana moralitas dan kehormatan manusia di hari pesta itu, karena telah dikikis dan bahkan dihancurkan etika, martabat, akal sehat serta kesadaran oleh pencetus hari pesta ria itu. Hampir seluruh dunia terjangkit virus valentine day telah meracuni para remaja, muda-mudi dan juga dewasa dengan berbagai suguhan gaya kasih sayang, percintaan, kencan dan teleran.

Jika ditilik dari sisi nurani, moral dan nilai, seyogyanya perilaku valentine day tak ubahnya dengan pendapat Darwin mengenai manusia yang bernenek moyang kera. jika ini menjadi trend masyarakat barat dan eropah, apa pantas remaja muslim Indonesia mengikuti hedonisme, free will dan free ect?

Model interaksi westernisasi yang diramu dalam kontesp valentine day sungguh tak elok dan tak  layak diikuti bagi pemuda-pemudi muslim Indonesia, sebab hal tersebut sama saja meramaikan pesta zina atau kumpul kebo demi memuaskan nafsu biologis sesaat, yang meruntuhkan nilai psikologis dan moralitas kemanusiaan. wallahu’alam. 

Penulis: Guru PAI SMP Negeri 3 Muara batu Axeh Utara

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Keterpurukan Pendidikan, Dayah Salafi Menjawab

Gaya Penghancuran Akidah di Bumi Aceh

Related posts
Your comment?
Leave a Reply