4:25 am - Senin November 20, 2017

TPM Aceh Sesalkan Penghentian Hukum Cambuk

268 Viewed Redaksi 0 respond

Banda Aceh–Tim Pengacara Muslim (TPM) Aceh menyesalkan sikap Wakapolres Sabang Kompol Saiful B. Lubis yang menghentikan prosesi hukuman cambuk terhadap oknum polisi di wilayah itu.

“Kami telah mengadukan tindakan Wakapolres Sabang menghentikan prosesi hukum cambuk terhadap tersangka pelanggar Syariat Islam itu ke Mapolda Aceh,” kata Ketua TPM Aceh Safaruddin di Banda Aceh, sebagaimana diberitakan Waspada Online, Sabtu (25/05).

Oknum anggota Polres Sabang yang dihukum cambuk di depan masjid Subulussalam Kota Sabang itu karena terlibat kasus maisir jenis toto gelap, kata dia menjelaskan.

Saat melaporkan Wakapolres Sabang ke Mapolda Aceh, Ketua TPM Aceh ikut didampingi pengurus Rabithah Thaliban Aceh (RTA) Tgk Teuku Zulkhairi dan Sekjen Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) M. Saman.

Single content advertisement top

“Tindakan Wakapolres Sabang itu merupakan penghinaan dan pelecehan terhadap Aceh yang memberlakukan Syariat Islam,” katanya menambahkan.

Laporan TPM itu petugas di Mapolda Aceh dengan surat tanda penerimaan laporan Nomor STPL/60/V/2013/Yanduan. “Kami menilai yang bersangkutan tidak menghormati norma-norma yang berlaku di Aceh. Kami minta Kompol Saiful agar dipindahtugaskan ke daerah yang tidak memberlakukan Syariat Islam,” kata dia menambahkan.

Menurut Safaruddin, ada tiga alasan untuk memindahtugaskan yang bersangkutan B dari Aceh. Pertama, karena tidak mau menghormati Syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Kedua, Wakapolres Sabang itu telah bertentangan dengan UUPA. Ketiga, dapat mengganggu perdamaian yang sedang berjalan di Aceh. “UUPA dan Syariat Islam itu adalah bagian kompensasi damai Aceh, dan oknum perwira Polri itu tidak menghormatinya,” kata Safaruddin. (WOL)

Editor: Khairu

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Aceh Utara Bakal Larang Perempuan Dewasa Menari

Related posts
Your comment?
Leave a Reply