Sorot

Tokoh Pers: Media Islam Penyeimbang Media Umum


Jakarta–Dewan Pers (DP) adalah lembaga independen di Indonesia yang berfungsi untuk melindungi dan mengembangkan kehidupan pers di Indonesia. Namun independensi Dewan Pers ini mulai diragukan oleh banyak pihak.

Diantaranya karena menganggap situs Islam yang berupa berita dan dakwah tidaklah dianggap sebagai produk jurnalistik. Sedangkan kabar infotainment dari para artis di televisi swasta justru dianggap sebagai produk jurnalistik.

Dilansir voa-islam, Rabu (15/4) kemarin, Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi, seorang tokoh pers Indonesia, Sinansari Ecip dalam sebuah pertemuan di Kemenkominfo, beberapa waktu lalu– secara tegas menyatakan bahwa produk dari situs Islam adalah merupakan karya jurnalistik.

Media Islam berfungsi sebagai penyeimbang. Terutama ketika suatu hal sangat menyangkut kepentingan umat Islam.

Ketika media umum tidak memberitakan secara seimbang, maka media Islam bisa meluruskan. Media Islam tentu mempunyai misinya sendiri untuk membela kepentingan umat Islam. Karena itu media Islam harus berbihak kepada kebenaran yang bermutu, tidak ngawur, dan tidak mencampurkan antara fakta dan opini.

Media nasional seringkali mengklaim sebagai media Independen, tapi kenyataannya pada kasus-kasus tertentu justru pemberitaannya tidak berimbang. Justru terkesan menyudutkan umat Islam. (voa-islam/pr)

Editor: Muhajir AF


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *