3:11 pm - Minggu November 24, 3309

Tiongkok Larang Salib di Atap Gereja

392 Viewed Redaksi 0 respond
Salib di Gereja Ayam (kompas.com)

Zhejiang, Tiongkok–Pemerintah provinsi Zhejiang di Tiongkok tengah menggodok peraturan yang melarang pemasangan lambang salib di atap gereja Protestan dan Katolik di wilayah itu. Ini disebut satu lagi bentuk pengekangan umat beragama yang dilakukan oleh pemerintah Partai Komunis Tiongkok.

Diberitakan RT.com, yang dikutip ccnindonesia, Jumat (08/5), pemerintah Zhejiang memang kerap mempermasalahkan salib yang berdiri di atap gereja. Sejak awal 2014, salib di atap lebih dari 400 gereja diturunkan, beberapa kasus melibatkan bentrok antara aparat dengan jemaah.

Pemerintah berdalih bahwa salib itu telah melanggar peraturan bangunan kota. Namun, warga menganggap bahwa ini adalah bentuk pengekangan agama, menyusul peningkatan jumlah umat Kristen yang pesat di Tiongkok.

Single content advertisement top

“Pemerintah menaruh perhatian yang besar terhadap simbol-simbol keagamaan. Artinya, tidak akan ada lagi manifestasi Kristiani di muka publik,” kata Zheng Leguo, pastor dari provinsi Zhejiang yang sekarang tinggal di Amerika Serikat.

Sebelumnya pemerintah Zhejiang tidak melarang secara langsung, melainkan menggunakan dalih tata kota. Dalam peraturan bangunan di wilayah itu, besar salib tidak boleh lebih dari 10 persen ukuran muka gedung, harus sesuai dengan arsitektur sekitar dan ditempel di tembok bangunan, bukan dipasang di atap.

Kota Wenzhou di tenggara Zhejiang dikenal dengan “Yerusalem-nya Tiongkok” karena memiliki sekitar 2.000 dari 4.000 gereja di provinsi itu.

Sejak tahun 1980-an, setelah Beijing melonggarkan kendali atas agama, Kristen berkembang pesat. Angka resmi menunjukkan umat Kristiani di Tiongkok mencapai 23 juta, namun penghitungan independen menyatakan jumlahnya mencapai 100 juta.

Agustus lalu, para pastor dan pendeta dipanggil ke Beijing, diwanti-wanti agar keyakinan Kristen harus “beradaptasi dengan Tiongkok” dan bebas dari pengaruh asing, cara halus Beijing untuk mengatakan bahwa agama harus tunduk pada Partai Komunis.

Pengekangan tidak hanya dilakukan Tiongkok terhadap pemeluk Kristen. Umat Islam di Xinjiang contohnya, dilarang berpuasa di bulan Ramadhan dan memperlihatkan identitas keislaman seperti berjilbab dan memanjangkan jenggot. (cnn/pr)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Polisi Thailand Temukan 30 Kuburan, Korban Diduga Etnis Rohingya

Duuuh, Restoran di Nigeria Sajikan Menu Daging Manusia

Related posts
Your comment?
Leave a Reply