12:20 pm - Rabu November 22, 2017

Tindak Tegas Oknum Polisi-TNI Pelaku Pembakaran & Pembacokan Warga Aceh

418 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi Pembakaran (rimanews)

Jakarta--Masyarakat Aceh di Jakarta mengutuk keras tindakan pembakaran terhadap Sudirman hingga meninggal dunia oleh oknum anggota Polri di Kepulauan Riau  dan  pembacokan terhadap AS oleh oknum anggota TNI-AD di Jalan Elak Gampong ALue Awe, Lhokseumawe beberapa hari lalu.

Tindakan brutal yang tidak manusiawi oleh aparat keamanan terus terjadi berulang kali terhadap warga karena selama ini pimpinan Polri dan TNI tidak menindak tegas anggotanya yang melakukan tindak kriminal.

Kasus pembakaran terhadap Sudirman dalam keadaan tangan terborgol yang terjadi di hutan lindung Gunung Jantan, RT 01 RW 01, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Tanjung Balai Karimun. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 14 Januari 2015, yang dilakukan oleh Brigadir Sony anggota Polsek Tebing, Kab. Karimun.

Single content advertisement top

Terlepas dari apapun yang dilakukan oleh korban, tindakan pembakaran diri terhadap korban merupakan hal yang tidak manusiawi dan tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Jika korban di duga melakukan tindak pidana, seharusnya proses melalui peradilan bukan dengan cara brutal seperti preman jalanan.

Berdasarkan penelusuran terhadap rekan-rekan korban, bahwa penganiayaan terhadap korban tidak dilakukan oleh Brigadir Sony sendirian, namun juga bersama rekannya yakni Brigadir E, Brigadir RS dan warga sipil inisial TH.

Peristiwa yang dialami oleh Sudriman merupakan Pembunuhan Berencana, hal ini berdasarkan penemuan barang bukti oleh Penyidik Polres Karimun, barang buktu tersebut berupa sebuah Mobil milik pelaku, botol bekas minuman mineral yang sebelumnya berisi bensin untuk menyiram korban juga ditemukan sandal yang dipakai untuk menganiaya korban.

Selain kasus tersebut, juga terjadi pembacokan yang dilakukan oleh oknum nnggota TNI-AD (Serda Warih) terhadap seorang wanita muda berinisial AS di Jalan Elak Gampong ALue Awe, Lhokseumawe, akibat tindakan brutal tersebut korban mengalami luka parah hingga kritis,

Maka dari itu kami masyarakat Aceh di Jakarta mendesak pemerintah untuk sesegera mengusut tuntas kasus-kasus tersebut

Pertama terkait kasus pembakaran yang mengakibatkan kematian Sudirman-Polri harus bertanggung jawab secara institusi, yakni Polda Kepulauan Riau, Polres Karimun dan Polsek Tebing. Pertanggungjawaban hukum secara institusi harus dimintai kepada AKP Mukharom selaku Kapolsek Tebing, selanjutnya kepada AKBP Suwondo Nainggolan MH selaku Kapolres Karimun.

Kedua terkait kasus pembacokan yang dilakukan oleh Serda Warih terhadap AS, TNI harus bertanggung jawab secara institusi, yaitu Pangdam Iskandar Muda Aceh, POMDAM Aceh, juga Komanda dari Serda Warih. Selain itu tindakan pelaku sudah melanggar pasal 351 KUHP yang menyatakan bahwa Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, dipidana penjara paling lama lima tahun. (rilis/mun/fa)

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Kenangan Afriza di Kampus Akbid Pemkab Aceh Utara

Pemerintah Pusat Alokasikan Dana Desa Untuk Aceh Rp. 266,7 M

Related posts
Your comment?
Leave a Reply