11:17 am - Jumat September 22, 2017

Stop… Diskriminatif Terhadap Umat Islam

479 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (panjimas.com)

Jakarta–Kasus perlakuan diskriminatif, permusuhan atau sentimentil pihak autograte Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Tanggerang–kalau tidak mau disebut Anti-Islam sudah mulai mewabah ke negeri yang mayoritas Umat Muslim, Indonesia. Bahkan, Indonesia telah dianggap oleh dunia internasional sebagai tempat pemukiman populasi muslim terbesar di dunia.

Padahal, masyarakat internasional selama berabad-abad hingga kini melihat perlakuan diskriminatif, hingga teror dan anti kepada ummat Islam di negara-negara kapitalis seperti; Inggris, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Italia, Denmark, Prancis, Yahudi, China hingga negara kerdil seperti Myammar, Thailand, Piliphine, dan Afrika Tengah, dan lain-lain.

Sungguh menyakitkan, jika Indonesia yang didirikan sebagian besar oleh tokoh-tokoh Islam, hingga mendapat dukungan dari umat muslim dalam berbagai perjalanan kemajuan bangsa, mampu disusupi pemikiran Yahudi dan konco-konconya dalam mengatur roda pemerintah Indonesia.

Single content advertisement top

Koordinator The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai tindakan pemerintah adalah tindakan SARA yang akan memicu masalah baru.

“Tindakan seperti itu sejatinya masuk wilayah sensitif (SARA) yang bisa melahirkan ketersinggungan umat Islam mayoritas di Indonesia,” kata Harits, di Jakarta, Jumat (20/3)  yang dilansir islampos.

Dalam Islam, Muhammad adalah nama yang mulia Nabi Muhammad SAW dengan makna yang mulia. Sedangkan Ali adalah sosok sahabat Nabi yang mulia dan dicintai semua umat Islam sedunia.

“Terus apa salahnya dengan dua nama tersebut hingga harus mengalami diskriminasi?” tanya Harits.

Menurutnya, cara-cara diskriminatif seperti itu seharusnya dihindari. Pemerintah dituntut untuk mencabut kebijakan itu sebelum melahirkan keresahan yang eskalasinya lebih besar. “Ini contoh kebijakan yang ngaco dan tidak peka,” tambah Harist.

Bisa dibayangkan, berapa jutaan nama ‘Muhammad’ dan ‘Ali’ di bumi Indonesia ini? Bagaimana kondisi mereka ketika melewati ototritas autograte gila Bandara Cengkareng itu, Apakah semuanya harus curigai teroris, diperiksa intensif dan tidak pulang ke rumah lagi?

Terkadang kebijakan yang dibuat latah, ikut-ikutan dan tidak paham akan kondisi bangsanya.

“Ya, kok Indonesia ini macam negara sekuler barat, yang anti Islam, aneh kali”, celutuk seorang warga DKI, Faisal (34) dengan nada kesal, kepada pikirreview.com, Sabtu (21/3). (putra)

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Waspadai Pemurtadan Aceh Ala AUDEC

MUI: Pemblokiran Situs Islam Bisa Picu ‘Islamophobia’

Related posts
Your comment?
Leave a Reply