9:04 pm - Sabtu November 18, 2017

The Soekarno Center Luncurkan 8 Jejak Soekarno di Aceh

325 Viewed Redaksi 0 respond

Banda Aceh–Sejumlah delapan tempat di Provinsi Aceh masuk dalam daftar heritage atau peninggalan Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama.

Delapan daftar heritage Soekarno tersebut diluncurkan di Banda Aceh oleh The Soekarno Center yang turut dihadiri Totok Suryawan Soekarno Putra, putra Soekarno dari istri Kartini Manoppo.

Presiden The Soekarno Center I Gusti Ngurah Arya Wedakarna mengatakan delapan tempat tersebut merupakan lokasi-lokasi yang dikunjungi Soekarno saat berkunjung ke Aceh sebagai Presiden.

“Pendataan ini dilakukan untuk menelusuri kembali jejak Soekarno. Tidak hanya di Aceh, tetapi di seluruh Indonesia. Daftar jejak Soekarno ini akan dibukukan dan menjadi catatan sejarah perjalanan bangsa Indonesia,” katanya.

Single content advertisement top

Sementara itu, Totok Suryawan Soekarno Putra mengatakan pihaknya mendukung upaya mendata jejak Soekarno ini. Dan ini sebagai bentuk menghargai perjuangan pendiri Bangsa Indonesia.

“Banyak pihak mendukung pendataan jejak Bung Karno. Hanya saja baru di tiga daerah yang terdata, Bali, Yogyakarta, dan Aceh. Daerah lainnya menyusul,” kata dia.

Selain itu, ia juga mengharapkan turut melestarikan peninggalan Bung Karno serta pejuang lainnya, sehingga bisa menjadi pemicu semangat dan wariskan kepada generasi mendatang.

Adapun delapan heritage Sukarno tersebut, yakni Taman Sari, Banda Aceh. Taman ini tempat ketika Soekarno yang dipanggil dengan sebutan Bung Karno bertemu tokoh penguasa Aceh.

Monumen pesawat RI 001 Seulawah di Lapangan Blangpadang. Pesawat ini merupakan sumbangan rakyat Aceh senilai 25 kilogram emas untuk Bangsa Indonesia.

Tugu Darussalam, Banda Aceh. Tugu ini tempat bersejarah di mana Sukarno meresmikan Ikatan Pelajar Darussalam. Berikutnya, Hotel Aceh di Banda Aceh. Hotel ini tempat Sukarno Tgk Daud Beureueh, tokoh Aceh dan pengusaha Aceh pada 16 Juni 1948.

Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh. Soekarno meresmikan perguruan tinggi pertama di Aceh pada 2 September 1959. Lapangan terbang Lhoknga, Aceh Besar, merupakan tempat Bung Karno mendarat di Aceh pada 15 Juni 1948.

Kota Bireuen, merupakan kota yang disinggahi Sukarno pada 1948 serta Lapangan Cot Gapu, juga di Bireuen, tempat Bung Karno berpidato dan rapat akbar terkait agresi Belanda 1947-1949 di Sumatra Timur (ANT/WOL)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Ironis…Ketika Polwan Perjuangkan Jilbab, Malah Lahir Pornografi

Sekjen OKI: Negara-negara Islam Butuh Lembaga Pemberitaan Besar

Related posts
Your comment?
Leave a Reply