3:11 pm - Selasa November 25, 3766

Siaran TV dan Dampaknya Bagi Pemirsa

308 Viewed Redaksi 0 respond

Oleh: Delfi Andre

Televisi yang merupakan salah satu objek tontonan bagi masyarakat dengan berbagai program siarannya; berita, hiburan, gaya hidup atau pendidikan. Kehadiran televisi di tengah-tengah realitas telah menjadikan masyarakat perduli dengan isu-isu perkembangan informasi dalam pelbagai lini kehidupan bangsa dan negara.

Realitas sosial menunjukkan bahwa untuk mendapatkan siaran televisi, industri-industri berbasis media elektronik sudah memproduksi beragam fasilitas, agar mendapatkan program siaran yang diinginkan masyarakat, seperti antene parabola, indovision, top-TV, astro, dan lain sebagainya.

Single content advertisement top

Karenanya hampir seluruh pelosok negeri ini, masyarakat tidak lagi sulit untuk memanjakan diri  dengan sejumlah program siaran televisi yang disukainya. Tak terkecuali juga dalam realitas masyarakat Serambi Mekkah, di setiap rumah tangga, sudut dan pelosok –kota dan pedesaan—tak terpisahkan dari televisi.

Sejatinya, televisi menyuguhkan menu-menu selaras dengan keinginan pasar, karakteristik, perilaku, pola hidup dan budaya masyarakat. Televisi memiliki visi dan misi tersendiri sejalan dengan keinginan pemilik modal, bukan seide dengan aturan, sistem pranata dan tatanan kehidupan sosial.

Tugas masyarakatlah yang siap dan bisa memfilter beragam acara televisi agar sesuai dengan keinginan budaya, tatanan nilai dan sistem kepercayaan yang dianutnya. Jika tidak, maka akan terjadi dampak yang luar biasa bagi perkembangan kehidupan masyarakat, bahkan bisa membenam nilai-nilai, moralitas dan budaya yang telah ada.

Program Siaran Televisi

Program televisi sebagai agenda tayangan yang sengaja diseting dan dijadwalkan penyiarannya untuk menarik minat seluas-luasnya pemirsa. Bagi stasiun televisi dengan berbagai program acara siarannya, pada dasarnya terfokus pada urusan bisnis atau komersial hingga pemberian gaji para karyawannya.

Setiap program acaranya sudah disetting sedemikian rupa untuk dijual kepada publik. Dari konteks ini, kemudian dianalisis siapa dan mana pangsa pasar yang memiliki pemirsa banyak dan sedikit.

Hampir semua stasiun televisi, utamanya televisi milik swasta nasional menyuguhkan siarannya pada dua agenda dominan; berita dan hiburan, sedangkan topik pendidikan hanya selingan saja.

Gejala ini sudah menjadikan televisi swasta sebagai tontonan yang menarik bagi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Sementara televisi nasional (TVRI), televisi berbasis edukasi, atau agamis tidak lagi menjadi daya tarik publik, karena dianggap menoton dan ketinggalan zaman.

 

Dampak Televisi

Akibat persaingan dalam meraih pemirsa di seluruh pelosok negeri dan berbagai pangsa pasar, maka muncullah anggapan bahwa televisi dapat memberi pencerahan informasi bagi masyarakat.

Karenanya setiap informasi yang disajikan, terutama aspek hiburan seperti; musik, film, sinetron, travel, dan sejenisnya –tanpa disadari ‘telah meracuni’ sisi spiritual, etika dan moralitas masyarakat.

Kondisi diperparah lagi dengan sejumlah iklan produk ini dan itu yang diperankan oleh orang dewasa, yang tampil erotis dan vulgar, yang secara langsung atau tidak langsung mampu mengarahkan gaya hidup masyarakat ke arah yang vulgar juga.

Maka dari itu, pengetahuan berbeda oleh beberapa pemilik modal diberbagai stasiun televisi swasta nasional yang bertajuk ‘mengkonstruksikan’ bahwa perusahaan hanya bertujuan sebagai profit oriented, terkadang persoalan kaidah jurnalistik cenderung terlupakan.

Indikasinya, maka terjadilah salah menempatkan sebuah fungsi media publik semakin menampakan bahwa ideologi tentang keberadaan media televisi sangat dinampakan pertentangan dalam berbagai macam variasi polemik. (edt-sna)

Penulis: Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unimal Lhokseumawe

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Pendidikan: Antara Kenyataan & Harapan Anak Bangsa

Mengkhianati Pendidikan = Mematikan Kehidupan Masa Depan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply