11:25 am - Senin Oktober 23, 2017

Siang Ini, Gerhana Matahari Sebagian Bisa Disaksikan di 6 Provinsi

445 Viewed Redaksi 0 respond

Ilustrasi (google)

Jakarta–Selasa (29/4/2014) siang, bulan akan berada di antara bumi dan matahari. Akibatnya, matahari akan tertutup, menyebabkan fenomena yang disebut sebagai gerhana matahari.

Dari wilayah Indonesia, gerhana besok akan tampak sebagai gerhana matahari sebagian. Matahari akan tampak seperti apel yang baru sekali digigit.

Sejumlah 62 kabupaten/kota yang tersebar di enam provinsi berpotensi menyaksikan fenomena astronomi menarik ini.

Enam provinsi yang dimaksud adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara sejumlah kabupaten/kota itu antara lain Wonosari, Wates, Bantul, Wonogiri, Banyuwangi, Jember, Gianyar, Denpasar, Mataram, Bima, Waingapu, Waikabubak, dan Baa.

Astronom amatir Ma’rufin Sudibyo mengatakan, durasi gerhana bervariasi untuk masing-masing wilayah. Durasi gerhana terlama adalah di Baa, yakni selama 64 menit.

Waktu terbaik untuk menyaksikan puncak gerhana juga bervariasi, tetapi berkisar antara pukul 13.59 – 14.06 untuk Indonesia barat dan 15.07 – 15.21 untuk Indonesia tengah.

Sementara itu, besarnya permukaan matahari yang “digigit” oleh bulan, disebut magnitudo gerhana, juga bervariasi.

Untuk wilayah Indonesia, magnitudo gerhana matahari besok berkisar antara 0,2 – 7,6 persen. Artinya, hanya 0,2 – 7,6 persen dari piringan matahari yang tertutup bulan.

Atas dasar magnitudo itulah, Ma’rufin mengatakan bahwa gerhana besok tetap sulit untuk diamati. Pengamatan harus dilakukan dengan teleskop berkualitas baik. 

Gerhana matahari besok merupakan gerhana pertama pada tahun 2014. Sejatinya, fenomena besok merupakan gerhana matahari cincin.

Disebut gerhana matahari cincin karena pada lokasi yang paling optimal untuk menyaksikan puncak fenomenanya, bagian matahari yang akan tampak hanya koronanya.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika jarak bumi, bulan, dan matahari terletak pada satu garis lurus, tetapi jarak antara bumi dan matahari tergolong jauh.

Akibat dari jarak bumi dan matahari yang jauh, bayang-bayang inti bulan tidak jatuh di permukaan bumi, tetapi di satu titik di angkasa. 

Yang jatuh di permukaan bumi adalah bayang-bayang tambahan (atumbra). Di wilayah itulah gerhana matahari cincin bisa dilihat.

Untuk besok, gerhana matahari cincin hanya bisa dilihat di wilayah utara Antartika. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 13.03 WIB. 

Menurut astronom amatir Ma’rufin Sudibyo, di Antartika, sebesar 98,68 piringan matahari akan tertutup bulan. Matahari akan tampak 77 persen lebih redup dari biasanya.

Sementara Indonesia menyaksikan gerhana matahari sebagian karena wilayahnya merupakan tempat jauhnya penumbra, bukan atumbra.

Bagi warga Indonesia yang ingin menyaksikan fenomena gerhana besok, Ma’rufin yang dihubungi Kompas.com, Senin (28/4/2014), mengatakan, cara paling praktis adalah bergabung dengan komunitas astronomi terdekat.

Beberapa komunitas astronomi yang menggelar pengamatan antara lain Jogja Astro Club, Surabaya Astronomy Club, Observatorium As-Salam Surakarta, dan Lajnah Falakiyyah Jawa Timur.

Ma’rufin tidak menganjurkan pengamatan secara langsung dengan menatap matahari atau tidak langsung dengan menatap pantulan sinar matahari pada air yang tenang. 

Menurut Ma’rufin, pengamatan secara langsung maupun tidak langsung berbahaya karena berpotensi merusak penglihatan.

Pengamatan dengan teleskop yang tidak dilengkapi dengan filter matahari juga berbahaya. Dengan teleskop yang tak dilengkapi filter, cahaya matahari yang ditangkap 100 kali lebih besar dibanding yang akan lewat pengamatan langsung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai 3 akan menggelar pengamatan di Denpasar.

Jogja Astro Club akan menggelar pengamatan di Parangkusumo. Sementara komunitas Obervatorium As-Salam akan menggelar pengamatan di Pacitan.

Lajnah Falakiyyah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama akan menggelar pengamatan di Jember.

BMKG Pusat bidang gravitasi dan tanda waktu bekerja sama dengan BMKG Kupang akan mengamati dari Kupang.

Pengamatan BMKG Pusat dan Kupang bisa disaksikan secara online dan real time di tautan berikut. (kompas.com)

Single content advertisement top

Editor: Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Gerhana Bulan ‘Merah Darah’ Diperkirakan Terjadi Pertengahan April

Ilmuwan India Temukan Spesies ‘Katak Menari’

Related posts
Your comment?
Leave a Reply