10:05 am - Kamis September 21, 2017

SeRAK Bireuen Gelar Diskusi Anti Korupsi Bagi Siswa SMA

474 Viewed Redaksi 0 respond
Pemateri pada Diskusi Anti Korupsi SeRAK Bagi Siswa SMA se-Kab. Bireuen (foto: jaggle water/pikirreview)

Bireuen—Sejumlah Perwakilan OSIS SMA/sederajat sangat antusias mengacungkan tangan saat dimulai sesi diskusi anti korupsi, yang diselengarakan Sekolah Rakyat Anti Korupsi (SeRAK), di Aula SMA 2 Bireuen, Selasa (31/3).

Acara tersebut yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab. Bireuen, Drs Yuliansyah, M. Pd, yang diwakili oleh Kabid Dikmen, Drs. T. Syukri, M. Pd.

Dalam sambutannya, Kadis P&K Kab. Bireuen menyebutkan bahwa generasi muda sebagai harapan bangsa, oleh karena itu diperlukan generasi yang berintegritas, dan SeRAK telah mencoba mentransformasikan nilai-nilai anti korupsi kepada kaula muda.

Single content advertisement top

“Dan pemerintah daerah khususnya dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini, baik bersifat moril dan materil”, ujar T. Syukri.

Fadhil,S.Pi selaku ketua panitia kegiatan, menjelaskan “SeRAK Go To School, Berbagi Kejujuran” merupakan salah satu program yang digagas oleh SeRAK untuk mendidik generasi penerus yang memahami, kemudian berani melawan korupsi.

Para Peserta dari Perwakilan OSIS-SMA se-Kab. Bireuen Serius Mengikuti Diskusi Anti Korupsi yang digelar SeRAK Bireuen, Selasa (31/3) di Aula SMAN 2 (foto: jaggle water/pikirreview)

Para Peserta dari Perwakilan OSIS-SMA se-Kab. Bireuen Serius Mengikuti Diskusi Anti Korupsi yang digelar SeRAK Bireuen, Selasa (31/3) di Aula SMAN 2 (foto: juggle water/pikirreview)

Menurutnya, dengan motto lembaga “Lawan Korupsi, Apapun Profesimu” menjadi pondasi awal untuk mentransformasikan nilai-nilai anti korupsi tersebut.

“Melihat saat ini kita kerap mendengar kata korupsi, namun tidak semua faham definisi korupsi, jenis, bentuk dan segala sesuatu terkait tentang korupsi”, ujar Fadhil .

Dia menambahkan, “Bahkan ironi siswa/i hanya menanamkan di benak mereka bahwa korupsi hanya fokus pada prilaku pemerintah, dan kemudian luput bahwa kita terkadang juga bagian dari koruptor.”, katanya.

Menurutnya, persoalan korupsi dapat terjadi dikarenakan kebiasaan sederhana yang kita lakukan bagian dari bentuk korupsi, misal siswa yang bolos, menyontek, dan lain sebagainya.

Diskusi anti korupsi bagi siswa sekolah menengah atas itu, mengangkat tema: “Mencetak Generasi Penerus Bangsa Tanpa Korupsi”.

Hadir sebagai pemateri dalam diskusi tersebut, yaitu Mukhtaruddin, SH, MH (ketua dewan pembina SeRAK Bireuen), Juliadi Lingga, SH (Kasie Pidsus Kejari Kejaksaan Negeri Bireuen), dan Muhajir Juli (aktivis HAM dan Anti Korupsi).

Para pengurus dan alumni SeRAK bersepakat untuk terus mentransformasikan ilmu dan pegetahuan terkait nilai – nilai anti korupsi dan upaya sadar untuk melawan perilaku koruptif.

Para Pengurus SeRAK Foto bareng setelah Pemberian Hadiah kepada siswa berprestasi (foto: juggle water/pikirreview)

Para Pengurus SeRAK Foto bareng setelah Pemberian ‘Hadiah’ kepada perwakilan OSIS-SMA (foto: juggle water/pikirreview)

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan secara simbolis buku bacaan, stiker, brosur anti korupsi dari KPK dan Kejari Bireuen diserahkan kepada tiga perwakilan OSIS, dengan kategori penanya terbaik, yaitu SMA Sukma Bangsa, SMA 2 Peusangan dan SMA 3 Bireuen.(rilis/jw)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Antisipasi ISIS, Polda Aceh Berdayakan Poskamling Warga

Mahasiswa dan Pemuda Aceh Timur Gelar Diskusi Panel

Related posts
Your comment?
Leave a Reply