3:11 pm - Rabu November 24, 0128

Sengketa GaSAK vs DPRK Bireuen Disidangkan

331 Viewed Redaksi 0 respond
Sengketa GaSAK vs DPRK Bireuen Disidangkan

Sengketa GaSAK vs DPRK dan Sekda Bireuen disidangkan, Selasa (25/02) di Hotel Graha Buana Bireuen (foto: murni ajja/PR)

Bireuen--Pada Selasa (25 /02) kemarin, persidangan sengketa informasi terhadap permohonan data pengembalian dana Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) periode 2004-2009 oleh anggota DPRK Bireuen.

Persidangan sengketa tersebut, dilakukan di Hotel Graha Buana Bireuen dengan nomor register : 012/II/KIA-PS/2014 tertera LSM GaSAK Bireuen tersebut sebagai pelapor, dan Sekretariat DPRK sebagai terlapor.

Kordinator GaSAK, Mukhlis Munir, memberikan kuasa kepada tiga stafnya Mutia Dewi, Murni, dan Eka Rinika untuk mengikuti sidang tersebut. Sementara di pihak terlapor Sekretariat DPRK dihadiri oleh Husaini Husen, SH, MH, dan pihak Sekretariat Daerah diberikan kuasa kepada M. Zubair, SH, MH.

Single content advertisement top

Rilis yang diterima PikirReview.Com, menyebutkan bahwa proses persidangan dibagi dalam tiga tahapan.

Pertama pemeriksaan awal yang dilakukan oleh majelis didang disaksikan oleh peserta yang hadir. Kedua melalui tahapan mediasi yang bersifat tertutup, yang dimediatori oleh anggota majelis yaitu Zainuddin T. Dan terakhir pembacaan putusan, yang sudah disepakati dalam proses mediasi sebelumnya.

Pada proses pemeriksaan awal yang disidangkan oleh KIA adalah Afrizal Tjoetra selaku ketua majelis merangkap anggota, kemudian Zainuddin, T dan Liza Dayani sebagai anggota sempat tertunda.

Pasalnya GaSAK tidak membawa akta pendirian lembaga asli yang membubuhi pengesahan pengadilan. Namun setelah diperoleh oleh Drs. Yusran, M. Si sebagai Panitera Pengganti sidang kembali dilanjutkan.

Murni selaku kadiv advokasi dan kampanye LSM GaSAK sebagai pelapor mengakui sidang sempat ditunda, karena pihaknya tidak membawa akta pendirian lembaga yang asli

“Pada saat pemeriksaan awal, majelis terhormat ibu Liza Layani menanyakan tentang status lembaga bersifat yayasan atau perkmupulan, dan menanyakan di fotocopy akta tidak adanya pengesahan pengadilan. Namun setelah pihak kami melengkapi data yang sempat terlupakan tersebut proses mediasi pun dilakukan” ujarnya

Dilanjutkan dengan proses mediasi yang dimediatori oleh anggota majelis hakim, Zainuddin T berlangsung khidmat dan bersifat tertutup.

Saat  ditanyai mediator, apa tujuan pelapor meminta data, Mutia Dewi juga sebagai pelapor menjelaskan data tersebut sebagai analisis, transparansi, dan publikasi.

Selain itu, juga sebagai media pembelajaran baik proses sidang dan sebagainya juga disebutkan agar anggota DPRK yang mencalonkan diri kembali sebagai calon legislatif untuk menyelesaikan dulu permasalahan yang belum selesai.

Artinya segala track record calon legislatif dalam masa pemerintahannya selesai, agar setelah dipublikasi masyarakat faham siapa yang akan dipilih nantinya. (rilis/ma)

Editor: Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Rumah Warga di SP 4 Len Pipa Ludes Terbakar

Persidangan Sengketa KIA, DPRK Bireuen Akui Keteledoran

Related posts
Your comment?
Leave a Reply