9:06 pm - Sabtu November 18, 2017

Semrawut, Arena PKA disesaki Pedagang Kaki-5

295 Viewed Redaksi 0 respond

Banda Aceh—Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) merupakan wahana pelestarian nilai-nilai budaya dan peradabaan masyarakat Aceh dari masa ke masa. Dari itu arena dan lokasinya pun dari tahun ke tahun terus dipermak secara bertahap agar menjadi indah.

Untuk menembus ke lokasi PKA ke-6 terasa sangat sulit, karena mulai dari perapatan lampu merah sudah macet karena para pedagang kaki lima (PKL) berjualan di sepanjang bahu jalan utama; kiri-tengah dan kanan jalan dipenuhi PKL.

Single content advertisement top

Semrawutnya jalan utama dan juga arena perhelatan PKA ke-6 membuat para pengungjung haru berjalan kaki hampir 1 km dari jalan T. Nyak Arief.

Sejak PKA ke-6 dibuka Presiden SBY, Jumat 920/9) lalu, keramaian PKL pada malam hari juga terlihat di pinggir jalan T. Nyak Arief, mulai dari depan RSU Zainal Abidin hingga depan Asrama Haji

Para pedagang kaki-5 tidak hanya berjualan di badan jalan utama Lamdingin, Lambaro Angan menuju arena PKA, namun di dalam lokasi gelaran PKA juga rautsan PKL bebas berjualan.

Akibatnya, sampah di lokasi PKA juga serasa sumpek dengan botolan bekas air mineral dan bekas bungkusan jajanan berceceran dimana-mana. Kesemrawutan arena PKA ke-6 ini sudah berlangsung sejak Sabtu (21/9) lalu, hinggga hari ini, Selasa (24/9).

Entah ada perhatian dari panitia pelaksana, atau memang no way untuk diatasi kesemrawutan itu. Sementara pengunjung dari berbagai daerah terus berdatangan sampai hari ke-4, PKA ke-6 digelar.

Pengunjung bahkan ada yang dari luar Aceh, yang khusus datang ke Banda Aceh karena penasaran dengan ‘taman mini’ Aceh. Memang lokasi arena PKA itu dirancang khusus hampir serupa dengan TMII di Jakarta dengan sejumlah anjungan khas dari kabupaten/kota di Aceh. (sna)

 

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Gadis Miskin dari India yang Cerdas

Inilah 5 Negara yang Penduduknya Suka Teler…

Related posts
Your comment?
Leave a Reply