3:11 pm - Rabu November 22, 1234

Saksikan Militer Mesir Bantai Warganya, PBB Buta dan Tuli

377 Viewed Redaksi 0 respond

Oleh: Miswar, S.Ag*

 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tangan kanannya, Amerika Serikat lagi buta dan tuli dengan penindasan yang dilakukan Zionis Israel terhadap warga Palestina  selama bertahun-tahun hingga saat ini. Dan bahkan Zionis Israel tidak henti-hentinya membunuh dan menganiaya penduduk Palestina, baik orang tua, wanita dan anak-anak sekalipun.

Desakan dunia internasional untuk damai beberapa minggu terakhir, Israel licik melakukan gebrakan politiknya dengan membebaskan beberapa tahanan Palestina, yang seolah-olah masyarakat internasional akan memberi jempol kepada mereka, karena sungguh-sungguh menginginkan perdamaian di Timur Tengah.

Single content advertisement top

Padahal ‘pembebasan’ tanahan mujahid Palestina itu hanya akal-akalan Zionis saja untuk mencari simpatik masyarakat Internasional. Nyatanya, seiring dengan agenda perundingan, Zionis semakin ganas menganiaya, dan membunuh warga Palestina, bahkan dengan gencarnya membangun permukiman baru Yahudi di wilayah otoritas Palestina. Ngerinya, PBB dan Amerika Serikat super bisu dan buta hingga tidak bisa berbuat apa-apa, selain memasok senjata canggihnya ke Israel.

Di sisi lain, PBB dan Amerika Serikat sekaligus Israel cukup antusias dan gencar mengkampanyekan anti program nuklir Iran dan negara-negari Islam lainnya. Sementara seluruh persenjantaan canggih termasuk rudal yang berhulu ledak nuklir antar negara, saat ini dipunyai Zionis untuk membantai kaum muslim di Timur Tengah sewaktu-waktu.

Lihat saja, kehancuran Irak dan Libiya oleh senjata canggih Amerika, dan sekutunya yang dengan besar hati Israel bergembira ria karena setahap demi setahap musuhnya hancur. Negara lain tidak boleh memiliki senjata nuklir, tapi Amerika, Israel dan sekutu-sekutunya terus memproduksi beragam senjata kimia dan nuklir.

Di Afganistan dan Pakistan, Amerika dan sekutunya tidak henti-hentinya menindas kaum muslimin. dengan berbagai alasan yang diciptakan sendiri, seperti teroris dan militan atau ‘kasihan’ dimarginalisakan perempuan dari pendidikan.

PBB sebagai lembaga dunia juga buta, bisu dan tuli. Yang jelas penindasan terhadap umat Islam tidak pernah habis, sampai akhir jaman. Bagaimana mungkin mereka bisa vokal, melihat dan mengupayakan perdamaian dunia, utamanya di negara-negara muslim yang sedang bergejolak, seperti Mesir, Suriah atau Agnaistan. Impossible.

Dalam beberapa tahun terakhir, Suriah dilanda konflik internal, kaum syiah dan sunni. Syiah didukung penguasa, sedang sunni muncul sendiri akibat ronggrongan penguasa.

Jutaan umat Islam sudah dibantai oleh pemerintah Syiah Suriah pimpinan Assad. Tidak ada HAM, tidak ada suara PBB, dan tidak ada suara Amerika Serikat karena yang dibantai oleh penguasa sekuler Assad adalah umat Islam.

Tidak ada keprihatinan dan upaya mendamaikan dua pihak yang sedang bertikai di Damaskus itu dari lembaga dunia PBB. Yang ada adalah menonton saja sambil memperjual belikan senjata. Jika para mujahidin Taliban menggertak untuk membantu kaum terjajah –penduduk muslim sunni Suriah—semua negara Barat dan Eropah kebakaran jenggot, termasuk PBB.

Demikian kilas balik, saat kaum muslim Rohingya di bantai tanpa ampun oleh junta militer Myammar dua tahun lalu hingga hari ini. Boneka PBB, Amerika Serikat dan konco-konconya juga lumpuh total dan mati terkapar, tidak bisa berkutik.

Lembaga HAM internasional, regional dan lokal yang diagung-agungkan Barat dan Eropah dan penjilat-penjilat Barat lainnya juga mati suri dan pingsan kaku, serta membisu.

Tak ada suara HAM, tak ada nilai kemanusiaan, dan tidak ada gaung keadilan serta diskrinimasi dari kibalt HAM dan dunia internasional. Mengapa? karena yang jadi korban penghancuran, pembakaran, pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan dan penindasan adalah kaum muslimin.

Yang teranyar Rabu (14/8/2013) adalah pembantaian kaum muslimin oleh militer dan polisi Mesir, yang telah meregang nyawa ribuan orang di kamp pendukung Presiden Mursi, yang direbut kekuasaannya oleh militer melalui kudeta sebulan lalu. Sejak dikudeta militer, ribuan korban jiwa dan harta benda melayang sia-sia.

Hingga saat ini Mesir semakin tidak menentu, parah dan mencekam, demikian dilansir oleh berbagai media dalam dan luar negeri. Hingga saat ini pula, tidak ada kecaman dan usaha penghentian PBB dan Amerika Serikat atas pembunuhan demi pembunuhan yang dilakukan polisi dan militer Mesir pimpian As-Sisi.

PBB, Amerika Serikat bahkan Russia lagi mengidap penyakit buta, tuli dan bisu. Sementara negara-negara muslim lainnya tidak bernyali dan prematur jika ikut campur urusan dalam negeri Mesir pimpinan junta militer As-Sisi yang sedang membabi buta membunuh warganya.

Sungguh ironi PBB, Amerika Serikat dan Russia ketika melihat pembantaian dan pembunuhan yang dilakukan terhadap kaum muslimin. Mengerikan jika mengikuti aturan PBB , Amerika Serikat dan Ajaran Barat lainnya. [*]

*Penulis: Guru  SMP Negeri 2 Mutiara Timur, Kabupaten Pidie-Aceh.

Editor: Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Dialog Ramadhan dengan Allah SWT

Meraih Pahala Qurban

Related posts
Your comment?
Leave a Reply