3:11 pm - Selasa November 24, 0387

Ribuan Warga Aceh Hadiri Puncak Peringatan 9 Tahun Tsunami

293 Viewed Redaksi 0 respond

Banda AcehHari ini, Kamis (26/12) peristiwa bencana gempa dan tsunami dahsyat yang memporak-porandakan Aceh genap 9 tahun, tepatnya 26 Desember 2004 silam.

Peringatan 9 tahun bencana besar yang menimpa Aceh itu dilakukan dibeberapa tempat, seperti di kapal apung, kuburan massal tsunami, museum tsunami dan taman Ratu Safiatuddin.

Single content advertisement top

Namun acara puncak peringatan tsunami itu dipusatkan di Taman Ratu Safiatuddin, Lamprit Banda Aceh.  Ribuan warga Banda Aceh dan Aceh Besar dan sekitarnya tumpah ruah ke arena bekas PKA itu, sejak pukul 07.20 WIB.

Para warga dari berbagai kalangan, seperti masyarakat umum, para pelajar, mahasiswa, aktivis dan perwakilan duta besar negara sahabat, perwakilan Uni Eropa dan dari  Jepang tampak khidmat mengikuti acara tersebut.

Turut hadir juga dalam peringatan 9 tahun bencana maha dahsyat itu, Dirjen PMD, Kemendagri, Tamizi A Karim, Men-PAN-RB, Azwar Abubakar,  Deputi Pencegahan Bencana, BPNB, serta sejumlah pejabat dari berbagai Dinas, Instansi dan Jawatan Provinsi Aceh.

Peringatan tsunami tahun ini, juga mendapat perhatian luas dari sejumlah media negeri matahari terbit, Jepang yang turut meliput prosesi puncak acara mengenang peristiwa mengerikan itu.

Di taman Ratu Safiatuddin, Wagub Aceh Muzakir Manaf, dalam sambutannya, mengatakan bahwa peringatan bencana tsunami ini untuk mengenang peristiwa mengerikan yang maha dahsyat, sehingga negeri ini bisa memetik pelajaran dari kebersamaan bangsa dan dunia internasional.

“Solidaritas bangsa dan dunia internasional menjadi penting, bagaimana proses penanganan bencana dalam skala yang luas diantisipasi,” katanya.

Sementara itu, Pencetus ESQ, Ary Ginanjar, turut juga memberi  tausiyah dengan mengajak semua hadirin untuk menggemakan takbir dan tahmid memuji Allah.

Kemudian Ary, mengimbau hadirin untuk mengambil i’tibar dari peristiwa bencana dahsyat yang meluluhlantakkan Aceh 9 tahun lalu. “Kita melihat, peristiwa tsunami dari tiga sisi; intelektual, emosional dan spiritual”, ujar Ary.

Ketiga hal tersebut, menurut Ary Ginanjar adalah tantangan yang harus disikapi dengan baik sehingga tidak terjadi bencana akidah dan keterpurukan moral di masa mendatang. (mhj)

 

 

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Menwa Se-Aceh Gelar Diklatsarmil di Detasmen Rudal 001

Kantor Gubernur Aceh Diblokade Ribuan Massa

Related posts
Your comment?
Leave a Reply