8:56 pm - Selasa November 21, 2017

Rekrut Wanita Cantik, Kim Jong-Un Bentuk ‘Pasukan Kenikmatan’

577 Viewed Redaksi 0 respond
Kim Jong-Un, Diktaor Kore Utara di Tengah Pasukan Kenikmatan (ilustrasi: tempo.co)

Pyongyang–Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un telah menghidupkan kembali kegemaran buruk yang dulu pernah dilakukan ayah dan kakeknya. Hal itu diistilahkan dengan “Pasukan Kenikmatan'”yang terdiri dari banyak wanita cantik.

Sebuah surat kabar Korea Selatan melaporkan dikutip tempo.co dari Mirror bahwa Kim, yang tinggal dalam kemewahan sementara rakyatnya kelaparan, telah merekrut perempuan muda cantik untuk memenuhi hasratnya.

Padahal sebelumnya Kim diyakini telah membubarkan kelompok penghibur ayahnya, Kim Jong-Il ketika ia berkuasa pada tahun 2011.

Namun kini Kim yang menikah dengan penyanyi Ri Sol-ju dan memiliki seorang anak perempuan, telah membangkitkan tradisi tersebut dan mengutus pejabat-pejabat untuk merekrut perempuan muda ‘tinggi dan cantik’.

Salah satu sumber mengatakan kepada Chosun Ilbo bahwa perempuan-perempuan tersebut saat ini tinggal di pusat Hotel Koryo di Pyongyang dan sedang menjalani pelatihan keamanan.

Single content advertisement top

Menurut sumber itu Kim junior memutuskan untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut setelah ia dirawat karena menderita encok tahun lalu. Dan saat itu ia ditunggui dan dijaga oleh sederet wanita cantik.

Sebelumnya Kim Jong-Il hidup sebagai seorang playboy yang suka mencari kesenangan, di tengah pemerintahannya yang menindas rakyat.

Kesaksian seorang perempuan Ji-hyun Park, yang melarikan diri dari kamp kerja Korea Utara mengungkapkan bagaimana dia dipaksa untuk membersihkan toilet dengan tangan kosong dan ia melihat orang makan tikus untuk bertahan hidup.

Dia menghabiskan satu tahun di salah satu dari kamp-kamp tahanan terkenal Korea Utara setelah dideportasi dari Cina, tempat di mana ia melarikan diri karena dia takut mati kelaparan. Negara ini diselimuti kerahasiaan, namun Ji-hyun Park telah menggambarkannya sebagai ‘salah satu penjara besar’.

Berbicara kepada Amnesti International dalam sebuah film ‘The Other Interview’, Ji-hyun mengatakan, “Sungguh itu merupakan hal buruk yang tak mampu diucapkan. Anda bisa mengatakan seluruh Korea Utara adalah satu penjara besar. Orang-orang semua lapar. Dan sekarang, tidak ada lagi bahkan tikus, ular atau tanaman liar yang tersisa bagi mereka untuk dimakan.”

Ji-hyun meninggalkan Korea Utara selama pertama kali saat kelaparan melanda negara itu pada akhir 1990-an di mana empat juta orang diperkirakan tewas. (tempo)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Yaman Bergejolak, WNI Segera Dipulangkan

Haaah, Hujan Cacing Turun di Norwegia

Related posts
Your comment?
Leave a Reply