12:26 pm - Rabu November 22, 2017

Praktek Jurnalistik di Indonesia Jauh dari Sehat dan Ideal

354 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (analisadaily)
Ilustrasi (analisadaily)

Ilustrasi (analisadaily)

Jakarta–Ketidaknetralan pemilik media khususnya televisi dalam pemilihan umum baik legislatif maupun pilpres, sesungguhnya merupakan ujian bagi sistem penyiaran di Tanah Air, demokrasi dan kehidupan bermasyarakat.

Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi mengakui saat ini praktek jurnalistik televisi tidak mencerminkan aspek-aspek jurnalistik penyiaran yang benar-benar sehat dan ideal.

“Masih jauh dari aspek jurnalistik yang benar-benar sehat dan ideal. Ini sebenarnya yang terjadi sekarang adalah ujian atas sistem yang kita anut sekarang, ujian terhadap sistem penyiaran dan kebebasan pers di industri penyiaran,” kata Imam Wahyudi, dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Selasa (24/6/2014).

Ketidaknetralan media akan berbahaya dan menjadi preseden buruk pada pemilu di masa mendatang. Sebenarnya Dewan Pers jauh sebelumnya telah mencium adanya kecenderungan partai politik memanfaatkan media penyiaran dengan masif untuk kepentingan partai dan calon. Oleh karena itu berbagai imbauan dan seruan agar media netral karena lembaga penyiaran adalah milik publik, terakhir Dewan Pers mengeluarkan seruan dari Ketua Dewan Pers Bagir Manan.

Single content advertisement top

“Seruan untuk pemilik media, wartawan, masyarakat untuk mengingatkan bahwa ini momen penting yang harus diawasi bersama. Ini bukan hanya menyangkut pemilu namun ujian bagi sistem dalam bermedia, bermasyarakat”.

Di Tanah Air, ada beberapa pihak yang memiliki kewenangan dalam urusan penyiaran. Misal Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) fokus pada isi media, aspek jurnalistik adalah kewenangan Dewan Pers, pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam regulasi frekuensi dan masyarakat sebagai pengawas. Sebenarnya aturan, regulasi penyiaran di Indonesia menjadi contoh bagi negara-negara lain.

“Persoalan kita melihat mereka yang diberi kewenangan untuk menegakan aturan, kesannya tidak optimal,” inbuhnya (rri.co.id)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Adwa, Gadis Jenius Dari Saudi Yang Serba-Bisa

Trend Mudik Jelang Ramadhan di Negeri Serambi Mekkah

Related posts
Your comment?
Leave a Reply