7:29 am - Selasa November 21, 2017

Politisi PDIP: Istana Organisir Perlawanan Pada Loyalis Anas

246 Viewed Redaksi 0 respond

Jakarta–Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin menilai Istana seperti mengorganisir perlawanan terhadap Muhammad Rahmad, mantan Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat yang juga loyalis Anas Urbaningrum.

Pengorganisiran itu terkait rumor penculikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Prof Subur Budhisantoso oleh Badan Intelijen Negara (BIN).  Sebab menurut Hasanuddin, Jubir Presiden bahkan BIN dan Menko Polhukam turut campur pada masalah partai, bukan persoalan negara.

“Persoalan ini kan bukan persoalan negara atau masalah bangsa, tapi lebih banyak pada masalah intern partai penguasa (Partai Demokrat dengan Perhimpunan Pergerakan Indonesia bentukan Anas). Tapi lembaga-lembaga negara seperti BIN, Menko Polhukam bahkan Jubir Presiden turun tangan, sepertinya diorganisir oleh Istana untuk melawan satu orang panitia diskusi yang bernama M Rahmad,” ujar Hasanuddin, Senin (21/10).

Single content advertisement top

Hasanuddin mengatakan, seharusnya Menko Polhukam dan BIN menangani masalah penting seperti sengketa tanah di daerah yang semakin mengkhawatirkan, atau kriminalitas bersenjata yang semakin marak daripada mengurusi konflik intern partai atasannya.

Apalagi menjelang pemilu, lanjut Hasanuddin, pemerintah cenderung mudah sekali memanfaatkan aparat intelijen untuk tugas-tugas yang tidak menjadi tanggung jawabnya.

“Lihatlah misalnya kasus Lemsaneg (Lembaga Sandi Negara) yang akan ikut campur dalam urusan pemilu dengan masuk ke lembaga KPU. Pemerintah membiarkan lembaga sandi/intel ini terlalu masuk dalam ranah publik yang bukan menjadi tanggung jawabnya,” jelas Wakil Ketua Komisi I DPR ini.

Hasanuddin memberikan contoh, Lemsaneg yang di Singapura bernama Internal Security Departement, atau di Amerika bernama National Security Agent, dan di Australia bernama Australia Security Internal Organisation, tak pernah ikut campur dalam urusan pemilu.

“Apa image publik internasional nanti kalau pemilu di Indonesia melibatkan aparat intel? Ke depan lembaga negara ini harus ditata agar lebih fokus pada masalah tugas kenegaraan semata sesuai tugas pokoknya masing-masing,” kata dia (merdeka.com).

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
prev-next.jpg

KIP Aceh Tetapkan 3.337.545 DPT Pemilu 2014

90% Publik Kecewa dengan Kinerja Reserse Polri

Related posts
Your comment?
Leave a Reply