Dunia

Polisi Thailand Temukan 30 Kuburan, Korban Diduga Etnis Rohingya


Bangkok–Polisi Thailand menemukan setidaknya 30 kuburan yang diyakini milik imigran dari Myanmar dan Bangladesh pada Jumat (1/5).

Imigran gelap, yang kebanyakan merupakan Muslim Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh, nekad melakukan perjalanan berbahaya melalui laut untuk menghindari konflik agama dan etnis, demi mencari pekerjaan di Malaysia dan Thailand, namun akhirnya menjadi korban perdagangan manusia.

Sejauh ini empat mayat telah digali, kata Kolonel Polisi Anuchon Chamat, wakil komandan polisi Provinsi Nakorn Si Thammarat. Menurutnya, setidaknya 30 kuburan ditemukan di lokasi yang menjadi kamp penyelundupan manusia itu

“Setidaknya ada 30 kuburan yang telah ditandai. Kami menggali empat mayat hari ini dan akan terus menggali,” kata Anuchon, seperti diberitakan cnnindonesia, hari ini

Penemuan kuburan semacam ini adalah yang pertama kalinya di Thailand.

Sementara itu, Anuchon mengatakan dua mayat lain yang belum dimakamkan dan dibiarkan membusuk di tempat terbuka juga ditemukan. Satu korban berhasil diselamatkan dari kamp yang sudah tak digunakan lagi itu dan dibawa ke rumah sakit di dekat daerah Pedang Besar.

Sekitar 200 tentara, polisi dan pekerja penyelamat berada di lokasi pada Jumat, kata Sathit Kamsuwan, seorang relawan pekerja penyelamat.

Setiap tahun, ribuan warga Rohingya dan manusia perahu Bangladesh tiba di Thailand, dibawa oleh penyelundup manusia.

Banyak dari mereka dibawa lewat jalan darat ke kamp-kamp di hutan, di mana pihak penyelundup menuntut uang tebusan atas jasa menyelundupkan mereka melintasi perbatasan ke Malaysia.

Tahun lalu, Thailand menempati tingkat terendah dalam laporan perdagangan manusia Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, yang setiap tahunnya membuat peringkat negara-negara berdasarkan upaya mereka memerangi perdagangan manusia (cnn/pr).

Editor: Muhajir AF


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *