3:11 pm - Selasa November 24, 7953

Pikiran Buruk Bisa Menular

317 Viewed Redaksi 0 respond

PikirReview.com–Cara orang-orang di sekitar kita merespon situasi yang membuat stres,  reaksi positif maupun negatif, kemungkinan menular ketika kita di tengah kehidupan transisi. Demikian ditemukan sebuah studi yang dipublikasikan di Clinical Psychological Science seperti dikutip situs LiveScience edisi 19 April 2013.

Yang lebih parah adalah, kenaikan risiko depresi yang datang bersamaan dengan pikiran negatif juga lebih cenderung untuk terhapus selama periode tersebut.

Single content advertisement top

Untuk riset ini, para ilmuwan meneliti ‘cognitive vulnerability’ dari 103 pasangan mahasiswa yang tinggal bersama dalam satu kamar, yang merupakan tendensi untuk berpikir negatif sebagai refleksi dari kekurangan seseorang atau yang membuat mereka berpikir lebih negatif tentang sesuatu. Mereka yang memiliki cognitive vulnerability tinggi ternyata juga mengalami peningkatan risiko depresi, demikian hasil temuan riset terrsebut.

“Kami menemukan bahwa tingkat cognitive vulnerability partisipan sangat dipengaruhi oleh cognitive vulnerability teman sekamarnya dan sebaliknya,” kata para peneliti. Semua pasangan partisipan itu dipilih secara acak dan partisipan tidak memilih pasangan mereka. Hanya dengan tiga bulan tinggal bersama bisa menularkan pikiran negatif tersebut.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa mereka yang mengalami peningkatan cognitive vulnerability selama tiga bulan pertama ternyata mengalami dua level kenaikan gejala depresi dalam enam bulan, dibandingkan mereka yang tidak mengalami kenaikan cognitive vulnerability. Menurut hasil riset itu, efek tersebut sangat kuat ketika partisipan dalam kondisi stres tingkat tinggi.

Sebelum studi ini, ada anggapan bahwa cognitive vulnerability tidak berubah banyak ketika seseorang melewati masa remaja awal. Namun temuan baru ini menunjukkan bahwa selama masa transisi besar dalam kehidupan seseorang, ketika seseorang secara terus menerus terpapar situasi sosial baru, maka cognitive vulnerability mereka bisa berubah, ungkap para ilmuwan.

Para peneliti juga mencatat bahwa faktor genetis, biologis dan lingkungan mempunyai peranan penting dalam lmempengaruhi level cognitive vulnerability seseorang. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah cognitive vulnerability bisa berubah sepanjang waktu, ungkap peneliti sembari mengatakan bahwa para sarjana baru berada dalam lingkungan sosial yang unik.

Sumber: tempo.co

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Bila Dibiarkan, Karang Gigi Rugikan Anda

Inilah Pengaruh Kurang tidur Bagi Fisik

Related posts
Your comment?
Leave a Reply