8:13 am - Sabtu November 18, 2017

Petani Aceh Minta Pemerintah Utamakan Produksi Lokal

274 Viewed Redaksi 0 respond

Meulaboh–Sejumlah petani di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengharapkan pemerintah mengutamakan hasil produksi pertanian lokal untuk meningkatkan perekonomian dan kedaulatan mereka.

Staf Lapangan Yayasan Bina Desa (YBD) Lorenz di Meulaboh, mengatakan, para petani mengeluhkan sikap pemerintah terus mengimpor hasil pertanian dan tidak mengupayakan sendiri hasil pangan lokal.

“Harusnya hasil produksi petani Aceh Barat ini yang diupayakan, sehingga tingkat kesejahteraan keluarga petani meningkat, barang impor harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan punya petani, sehingga petani lokal tidak mampu mengelola pertanian berkelanjutan,” katanya, Selasa (01/10)

Usai mengikuti acara peringatan Hari Agraria Nasional ke-53 di Suak Timah, Kecamatan Sama Tiga, ia menuturkan, ketika petani banyak menggunakan bahan pertanian impor maka dapat memberikan biaya cukup tinggi, sehingga mengurangi pendapatan secara ekonomi.

Ia menyebutkan, yang sangat penting diperhatikan pemerintah adalah memberikan perlindungan hasil produksi petani serta pentingnya pendistribusian tanah/lahan (reforma agraria) untuk menekan masuknya barang impor yang membuat petani semakin melarat.

Single content advertisement top

Selain itu dalam pertemuan sehari itu terungkap bahwa infrastruktur untuk meningkatkan hasil pertanian di wilayah itu masih sangat kurang dan masyarakat juga banyak yang lebih tertarik menghidupkan lahan tidur untuk perkebunan.

“Persoalan pertanian di Aceh Barat adalah kompleks, infrastruktur pertanian yang kurang memadai untuk meningkatkan hasil pertanian dan penanganan hama, harus lebih ditingkatkan,” imbunya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk mewujudkan kemakmuran rakyat dan kedaulatan petani, implementasi Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5/1960 harus dimaksimalkan, salah satunya evaluasi terhadap perlindungan hasil produksi petani yang sudah berjalan selama ini.

Menurut Lorenz, petani di kawasan tersebut sudah mampu menggerakkan pertanian non organik, sehingga menekan tingginya biaya pertanian berkelanjutan dengan produksi lebih memuaskan.

Muspida, muspika serta aparat desa berkumpul dengan para petani dalam lima desa di Sama Tiga, mengambil satu hikmah penting dalam pertemuan demikian, munculnya ide kreatif dan masukan baru untuk pembangunan ekonomi petani.

“Kita juga berharap kegiatan yang demikian ini dilaksanakan secara berkelanjutan, karena banyak hal yang ditemukan dan dapat mendengar langsung seperti apa kebutuhan petani di wilayah kita,” tambah Wakil Bupati Aceh Barat Rachmad Fitri HD. (Antara)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Investor Sudah Nyaman Berusaha di Aceh

TNI Bagikan 300 Ha Bibit Jagung Kepada Petani

Related posts
Your comment?
Leave a Reply