3:11 pm - Sabtu November 23, 9720

Persepsi Cinta Kaum Muda Yang Rancu

436 Viewed Redaksi 0 respond
Jika Remaja-Pemuda Persepsikan Cinta Yang Salah

Dunia Remaja Masa Kini (ilustrasi: blogdetik.com)

Oleh: Erlinda Wati, S.PdI

MENELISIK realitas pergaulan generasi sekarang, tidak sedikit muda-mudi mulai dari siswa SMP dan SMA (ABG) hingga mahasiswa dan juga kaum dewasa dengan mudah dan rela melepas kehormatannya atas nama cinta. Menjadi bumerang bagi keluarga, khususnya orang tua.

Kenapa tidak, keluarga dibuat pingsan dan malu oleh perilaku seks diluar nikah. Lebih aib lagi, hubungan intim ala pasutri itu difilmkan (divideo-kan) lagi, agar semua orang bisa menonton gratis.

Berbagai problematika karena cinta pun terjadi. Cinta yang tanpa pengontrolan akibatnya sangat fatal. Tak jarang, ABG dengan modal nafsu berbungkus cinta membuatnya terjerembab dalam godaan setan yang gelap lagi menyesatkan.

Maka remaja, muda-mudi yang masih pelajar dan mahasiswa itupun akhirnya mabuk dalam buaian cinta yang dibimbing syetan hingga melakukan hubungan percintaan tanpa ikatan perkawinan di antara mereka.

Single content advertisement top

Pada zaman dulu, sebelum sarana teknologi informatika dan lainnya mengganas, cinta masa remaja dan muda-mudi dianggap cinta monyet, atau sekedar cinta-cintaan yang saling menyukai satu sama lain, tanpa harus mendalami kehidupan pasutri untuk pembuktiannya. 

Para remaja dan muda-mudi saat ini tersirat mempersepsikan cinta dalam konteks yang rancu atau keliru. Bagi mereka, cinta adalah hubungan kasih sayang antar anak manusia yang mesti ada contoh nyata alias pembuktian walaupun tanpa hubungan pernikahan.

Melalui celah ini akhirnya syetan-laknatullah-menjadikan cucu Adam untuk terjerumus masuk ke dalam perzinahan. Cinta pun akhirnya menjadi kambing hitam atas nama karena birahi syahwat yang menjadi-jadi. Dan perzinahan adalah puncak dari pembuktian cinta itu.

Padahal Allah SWT, telah melarang manusia, seperti Firman-Nya:  “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isra: 32)

Betapa indahnya firman Allah di atas. Allah sudah melarang anak cucu Adam,  para pemuda dan pemudi untuk menjahui jalan-jalan menuju perzinahan.

 Agar nafsu syahawat dibalik kata cinta itu tidak tumbuh lalu kemudian berakar dan mekar menjadi kesengsaraan, Sebaiknya jalan mendekati zina sangat perlu dihindari dan dijauhkan.

Kalau mau jujur, Cinta muda-mudi hanyalah cinta nafsu birahi, karena mereka banyak menonton penampilan lingkungan sekitar, film di televisi, VCD, dan mengakses internet. Selain itu, mereka juga masih dalam masa pubertas, transisi dan pencarian diri sekaligus pembuktian diri bahwa ‘aku’ juga bisa seperti dia. Tak lebih dari itu.

Oleh karena itu segala yang dipersepsikan mengenai cinta hanya tertuju pada nafsu syahawat belaka. Akibatnya, habis manis sepah dibuang. Karena akal sehat dan moral agama sudah ditenggelamkan oleh syetan. []

Penulis:  Guru PAI SMPN 3 Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, NAD

Editor: Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Pare dan Manfaat Bagi Kesehatan

Refleksi Milad HMI ke 67

Refleksi Milad ke-67: HMI Sebagai Harapan Masyarakat Indonesia

Related posts
Your comment?
Leave a Reply