3:11 pm - Selasa November 24, 3981

Pengurus LPTQ Cempedak Minta Camat Kutamakmur Dicopot

428 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (newsobservasi/bp)

Ody Yunanda, Pengurus LPTQ Cempedak-Kutamakmur Aceh Utara (foto: dok.pribadi ody/PR)

Aceh Utara--Bidang Penelitian dan Pengembangan LPTQ Gampong Cempeudak Kecamatan Kutamakmur Kabupaten Aceh Utara, Ody Yunanda meminta kepada Bupati Aceh Utara, Muhammad Thayeb utuk untuk memindahkan T. Syamsul Fajri, Camat Kutamakmur yang dianggap tidak membela kepentingan generasi penerus di wilayah pemerinthannya.

Menurut Ody Yunanda, Bidang Litbang LPTQ Gampong Cempedak, Kecamatan Kutamakmur sebagai daerah terpencil sangat membutuhkan laju pendidikan yang baik. Namun Camat tidak melakukan sinergisitas pada 29 gampong yang berada dibawah pemerintahannya.

Single content advertisement top

Pihak LPTQ Cempeudak, menyesalkan atas kinerja pihak LPTQ Kecamatan Kutamakmur dalam penyeleksian peserta STQ  untuk diikutkan dalam MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Utara yang ke -32, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Tanah Luas pada 31 Agustus mendatang. Sedangkan pelaksanaan STQ tingkat Kecamatan Kutamakmur cenderung tertutup dan tidak profesional.

LPTQ Cempedak sangat menyesalkan atas tindakan pihak LPTQ Kutamakmur yang mengambil peserta luar untuk diikut sertakan bersama kafilah Kecamatan Kutamakmur,

“Kesadaran mereka masih dibalut oleh ambisi besar meraih juara, sehingga dengan cara apapun serta bagaimanapun tetap saja dilakukan. Pola rekrutmen peserta yang hanya mengandalkan data administratif telah terbukti menjadi biang utama ambruknya fondasi kaderisasi STQ di Kutamakmur” terang Ody Yunanda mealui rilis yang diterima pikirreview.com, Sabtu (9/8).

LPTQ seyogyanya berorientasi pada proses pengembangan bakat generasi, bukan bekerja secara instan dengan hanya mencomot peserta dari berbagai tempat.

“Pihak LPTQ Cempedak menemukan bukti sebuah lingkaran sesat pikir dan mendominasi kebijakan internal lebih lanjut, di antaranya, persoalan mendatangkan peserta dari luar tidak diatur dalam dalil Naqli, baik al-Qur’an maupun Sunnah Nabi, atau lebih simpelnya, tidak ada aturan syariat yang mengikatnya. Ini berarti bahwa kita sedang mencoba merontokkan nilai universalitas al-Quran sebagai firman Allah”, papar Ody, yang juga pengurus komite Mahasiswa Kutamakmur.

Dikatakannya, berdasarkan Ketentuan Pasal 6 ayat (4) Keputusan Menteri Agama Nomor 240 Tahun 1989 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Pengurus LPTQ Tingkat Kecamatan diangkat dan diberhentikan oleh Camat dan berkedudukan di Ibukota Kecamatan.

Namun, Camat Kutamakmur menampakkan seolah ia tidak mau tau tentang kecurangan STQ yang dilakukan oleh bawahannya, ia mengatakan, “Saya sudak membentuk Tim”. Pernyataan tersebut membuktikan seorang pemimpin yang tidak bertanggung jawab”, imbuh Ody Yunanda.

Oleh karena itu, pihak LPTQ Cempedak berharap agar Bupati Aceh Utara untuk segera mennggantikan Camat Kutamakmur itu, sehingga LPTQ-LPTQ yang ada di 29 gampong di wulayah Kutamakmur dapat hidup dan berkembang, demi pemajuan wilayah terpencil ke depan.(rilis)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Sulai Juarai Lomba Da’i Muda Indonesia MNCTV

Warga Muara Batu Sudah 2 Bulan Tidak Mendapat Air Bersih PDAM

Related posts
Your comment?
Leave a Reply