9:10 pm - Sabtu November 18, 2017

Pengamat: Pencitraan ‘Dizhalimi’ Bisa Raih Simpati Rakyat

363 Viewed Redaksi 0 respond
Pencitraan Dizhalimi Raih Simpati Rakyat

Prof Tjipta Lesmana, Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (image: tribunnews)

Jakarta–Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Tjipta Lesmana, melihat fenomena pencitraan ‘dizalimi’ lebih mudah merebut simpati rakyat.

Tjipta memberi contoh pencitraan yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat pemilu Presiden 2009. Menurutnya saat itu Megawati yang juga maju sebagai calon Presiden (capres), terkesan menzalimi SBY sehingga SBY yang justru meraih simpati. Saat ini, Jokowi pun melakukan hal serupa yang dilakukan SBY pada pemilu 2009.

Single content advertisement top

“Barang siapa dizalimi, didukung rakyat. Dulu, SBY bisa timbulkan persepsi dizalimi,” kata Tjipta saat diskusi Siapa Dalang dan Wayang Capres 2014 di Warung Daun Cikini, Sabtu (29/3/2014).

Tjipta mengatakan jika saat ini boleh jujur menilai kemampuan capres PDIP Jokowi, maka bisa dikatakan mantan Walikota Solo itu tak ada pengalamanan memimpin di tingkat nasional.

“Jokowi kalau mau jujur, tidak ada pengalaman di tingkat nasional. Wakilnya harus yang punya pengalaman. Jokowi pengalamannya di Jakarta pun belum paripurna, masih 30 persen,” paparnya.

“Jokowi wajib ditempel cawapres kuat, berpengalaman. Kalau Jokowi dengan Puan Maharani, bunuh diri. Anak muda apa pengalamannya?” tandasnya. (tribunnews)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Pemilu 2014: Berebut Suara Anak Muda

Setelah 69 Tahun Merdeka, RI Miliki Pesawat Kepresidenan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply