7:28 am - Selasa November 21, 2017

Pendidikan: Antara Kenyataan & Harapan Anak Bangsa

690 Viewed Redaksi 0 respond

Oleh: Delfi Andre

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan seseorang untuk mengasah potensi dari sejak dini. Untuk mengetahui sejauh mana pendidikan yang kita rasakan tertetebak jika kita merasakan tempat dimana ilmu itu diajarkan.

Pendidikan secara ‘formal’ dimulai dari TK hingga Penguruan Tinggi. Namun secara non formal, ada bermacam-macam; dari keluarga, dayah/pesantren dan realitas sosial. Dengan begitu generasi sebuah bangsa akan lahir dari pendidikan yang menciptakan bibit yang berkualitas.

Single content advertisement top

Belakangan ini, dalam proses pendidikan dikenal dengan tes formatif yang bersifat nasional (Ujian Nasional) membuat peserta didik dan para pendidik jadi gigit jari. Berbagai permasalahan muncul dalam proses UN, mulai tender, pembuatan soal, pengiriman soal dan pelaksanaan UN tentunya.

Itu belum lagi, ketimpangan sistem kurikulum pendidikan, penerapan sistem pendidikan di wilayah perkotaan dengan pelosok-pelosok pedesaan, gejala kekurangan guru serta ketidaksesuaian guru bidang studi dengan pengajaran yang dilakukan.

Seolah pemerintah belum cukup andil dalam menetralisir permasalahan di dunia pendidikan di setiap daerah. Sebenarnya apa yang salah, atau mengapa ini terjadi? Ketika sebuah masalah timbul hingga problem solvingnya.

Di Indonesia sebuah sistem sudah ada yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 45, UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas sebagai landasan yang harus dijalankan sesuai isinya.

Pro-kontra pendidikan

Dilihat dari sektornya pendidikan di Indonesia, kuhususnya meliputi berbagai macam indikasi mulai dari berbagai bidang pendidikan. Ketika pendidikan diatur dan dijalankan sesuai dengan fungsi, akan melahirkan sebuah efektivitas terhadap generasi bangsa. Sesuai dengan pancasila yang ke tiga “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Sila ketiga yang berbunyi sesuai kalimat diatas disalahkan arti oleh beberapa oknum yang terkait mengurus kurikulum pendidikan di Indonesia.

Ada sebagian kalangan mencampur adukan antara politik dan pendidikan. Memang ketika pemimpin yang berkuasa mempunyai pola piker yang strategis dalam mengembangkan pengetahuannya terhadap sebuah tanggung jawab pasti akan terlaksana baik pula.

Sarana dan Prasarana

Anggaran yang dikhususkan disetiap daerah sangatlah tinggi untuk memenuhi infrastruktur  pendidikan. Dimulai dari banguna yang sudah memenuhi  standar kenyamanan dan fasili tas untuk mendukung kegiatan belajar  bagi siswa dan mahasiswa. Tetapi hampi semua para guru tidak sejahtera atas kebijakan negara.

Pemerintah harus memilah kualitas dan tenaga pengajar sehingga mereka mendapatkan hak sasuai dengan apa yang mereka tugaskan. Banyak sekolah di Indonesia yang bertarap internasional, tapi mengapa peristiwa yang terjadi tidak sesuai dengan standar sekolah tersebut. Keterlambatan sistem yang mengarahkan pembodohan terhadap generasi kedepan yang diharapakan menjadi penopang kehidupan bangsa.

 

Faktor merosoknya pendidikan

Memgenai penurunan kualitas belajar terutama dipengaruhi oleh system individu, ada beberapa factor yang menunjang keberhasilan dari pendidikan yang dimulai dari moral pendidikan.

Dilihat dari ralita sekarang kurangnya moral pendidkan yang dilakukan oleh pelaku pendidikan sehingga itu menjadi factor dalam merosoknya kualitas pendidikan. Pelaku pendidikan harus sadar bahwa dirinya adalah generasi penerus bangsa .

Kurangnya pengawasan pun menjadi tolak ukur dalam keberhasilan sebuah pendidikan. Terutama pengawasan yang diberikan oleh orang tua dikarenakan pendidikan 60 persen didapatkan dirumah dan 40 persennya lagi didapatkan di lembaga sekolah.

Selain itu mekanisme belajar kurangnya pemahaman yang dilakukan pelaku pendidikan dalam mengayomi basic dari sebuah ilmu pengetahuan. Kurangnya pemanfaatan fasilitas sekolah pun menjadi factor merosoknya pendidikan dan kurangnya pengalaman tenaga pengajar dalam penyamapaian materi.

 

Hasil Analisis

Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh A2C (Atjeh Analysts Club) mengkaji tentang pendidikan di Aceh. Dalam dialog tersebut hadir berbagai ahli dari berbagai bidang pandangan.

Diskusi tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa rating pendidikan di Aceh saat ini sangat memprihatinkan. Apa yang menjadi kendalanya dari berbagai indikator.

Dari segi sosial kendalanya pada pendidikan dasar dari ruang lingkup keluarga yang kurangnya perhatian dari orang tua. Pandangan politik, saat ini politik di Aceh tidak jjelas, gejala yang tampil cenderung mencampuradukan antara pendidikan dengan kemauan politik.

Hal ini berdampak pada diadakannya sejumlah beasiswa kepada pelaku pendidikan dan tenaga pengajar. Secara ekonomi, Aceh saat ini memiliki anggaran yang cukup untuk mengurus keperluan pendanaan pendidikan. Namun pada proses pemanfaatan yang kurang dalam sebuah realita banyak buku yang sudah disediakan, tapi tidak digunakan secara baik bahkan lama tersimpan di perpustakaan.

Seiring perkembangan waktu Aceh pernah menjadi ‘icon’ pendidikan maritim yang saat itu banyak orang asing yang belajar serta beberapa orang lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Kala itu pendidikan maritim dikomandoi oleh Laksamana Malahayati dan satu-satunya yang ada di Indonesia tepatnya, Aceh. Akan tetapi itu semua hanyalah kebanggaan masa lalu yang sekarang kondidi pendidikan diaceh termasuk kedalam zona memprihatinkan.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan seyogyanya harus ada kurikulum yang berbasis standard yang mencakupi aspek masyarakat yang menjalaninya sehingga para pelaku pendidikan mendapatkan hasil yang berkualitas.

Sebuah kebijakan harus disesuaikan dengan keadaan yang diinginkan oleh pelaku pendidikan dalam menciptakan kesejahteraan. Dengan adanya persiapan yang matang akan menghasilkan sesuatu yang berkualitas bagi sistem pendidikan.[]

Penulis: Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unimal Lhokseumawe

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Pandangan Islam tentang Kemiripan Anak dengan Orang Tua

Siaran TV dan Dampaknya Bagi Pemirsa

Related posts
Your comment?
Leave a Reply