7:36 am - Selasa November 21, 2017

Pemko Banda Aceh Gusur PKL

298 Viewed Redaksi 0 respond

Banda Aceh–Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Jln Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Rabu (23/10).

Penggusuran dimulai sejak pagi sebelum pedagang berjualan. Tak ayal, ada barang pedagang yang terangkut oleh petugas Satpol PP Pemko Banda Aceh karena mereka belum datang saat penggusuran berlangsung.

Penggusuran sekitar 700 PKL di jalan tersebut melibatkan pihak Satpol PP, Kepolisian dan juga TNI dengan dilengkapi senjata laras panjang yang lengkap.

Single content advertisement top

Salah seorang PKL, Musafir (43) menyebutkan penggusuran dilakukan secara diam-diam. Pedagang tidak mengetahuinya, sehingga banyak barang yang tidak sempat diambil.

“Tadi itu dibongkar secara diam-diam tadi pukul 06.00 wib oleh Satpol PP Pemko Banda Aceh,” kata Musfir di lokasi penggusuran. Musafir sehari-hari berjualan buah salak di kaki lima dengan hanya bermodalkan Rp 700 ribu.

Akui Musafir juga, padahal selama ini pedagang selama berdagang ada diminta untuk membayar pajak. “Kita diambil pajak setiap hari sebesar Rp 300 ribu,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Usman Syafi’i salah seorang pedagang aksesoris mengaku pihaknya digusur oleh Pemko Banda Aceh tanpa diberikan solusi yang meringankan PKL. “Tidak ada solusi yang konkrit diberikan oleh Pemko,” jelas Usman.

Usman memang tidak menampik Pemko ada memberikan lapak di dalam gedung baru Pasar Aceh, akan tetapi pedagang yang bermodal kecil tidak mampu membayar sewa yang mahal dan mesti dibayar di depan.

“Mana sanggup kami bayar lapak di Pasar Aceh itu sampai sebesar Rp 11 juta/tahun, sedangkan kami pedagang bermodal kecil,” tambahnya.

Hal ini juga ikut dibenarkan oleh ketua Pedagang Kaki Lima Banda Aceh, Muzakir Reza Fahlevi bahwa penggusuran yang dilakukan seperti sedang mengejar penjahat kelas kakap.

“Pemko itu menggusur kami itu seperti sedang mengejar penjahat besar, masak harus dikerahkan pasukan bersenjata seperti itu,” kata Muzakir.

Muzakir menambahkan, penggusuran yang dilakukan oleh Pemko tidak dilakukan secara musyawarah. Akan tetapi digusur secara diam-diam. “Hanya sekali disurati, setelah itu tidak pernah diberitau kembali, mestinya diajak musyawarah,” tukas Muzakir.

Muzakir juga mengakui Pemko tidak memberikan solusi pedagang harus berjualan di mana.

“Kalaupun diberi lokasi, itu jauh dari produk yang bisa mereka jual, selain itu lapak jualan di Pasar Aceh pedagang tidak mampu dibayar,” tutupnya. (merdeka.com)

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Di Tangse 1 Meninggal, 170 Bangunan Rusak Akibat Gempa

Presiden: Saya Korban Media Massa…!

Related posts
Your comment?
Leave a Reply