4:15 am - Selasa November 21, 2017

Pemkab Tak Tanggungjawab Atas Minusnya Retribusi Gula

202 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (lintasgayo)

Aceh Tengah–Pemerintah Daerah Aceh Tengah, tidak bertanggung jawab atas minesnya pendapatan retribusi gula tebu merah di posko Pondok Balek Aceh Tengah, meskipun tidak beroperasi selama satu minggu pasca pembakaran posko tersebut oleh massa yang tergabung dalam petani dan pemilik kilang gula tebu merah.

Urusan minesnya itu hbukan urusan kita, karena mereka sudah tandatangan kontrak dengna jumlah 750 juta pertahun” ujar Kadis Pendapatan Daerah (DISPENDA) Aceh Tengah Syukuruddin saat dihubungi.

Diakuinya, dengan jumlah 750 juta pertahun didasarkan pada Qanun Nomor 4 Tahun 2010 dengan tarif retribusi 200 rupiah perkilo gula.

Kendati begitu, besaran kontrak itu tidak hanya pada komuditi gula tebu merah yang di ambil retribusi, namun komoditi kopi, sayur mayur, juga termasuk dalam draf pengambilan retribusi.

“jumlah kontrak itu tidak hanya gula, kopi dan sayur mayur juga bisa dikutip retribusi” ungkapnya.

Single content advertisement top

Syukuruddin kembali menutur, retribusi yang dikontrakkan posko pondok balek ke M.Hatta, memiliki luas area sekitar 10 ribu hektar.

Informasi yang diperoleh dari petani dan pemilik kilang gula tebu merah terangnya, dengan luas area tersebut, satu hektar dapat diproduksi 8 ribu kilo gula pertahun.

Jika dikalkulasi maka dalam pertahun pengontrak meraup pemasukan retribusi 8 miliar rupiah. “Benar, jika dikallukasi pendapatannya malah berkisar 8 milyar”, pungkjas Syukuruddin. (Nusi)

Editor: Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Pabrik Gula Tak Beroperasi, Pengontrak Retribusi Merugi Jutaan Rupiah

PHRI Komplain Terkait Larangan PNS Gelar Acara di Hotel

Related posts
Your comment?
Leave a Reply