5:10 pm - Selasa November 21, 2017

Pemerintah Kucurkan Rp 43 M Untuk Bus Bantuan

282 Viewed Redaksi 0 respond
single-thumb.jpg

Jakarta – Kementerian Perhubungan menyerahkan 68 bus bantuan untuk angkutan jalan perintis dan bus sekolah. “Anggarannya Rp 43 miliar, diambil dari tahun 2012,” kata Menteri Perhubungan, Evert Erenst Mangindaan, saat ditemui seusai pemberian penghargaan Wahana Tata Nugraha di kantornya, Senin, 6 Mei 2013.

Bus yang digunakan untuk angkutan jalan perintis, termasuk angkutan pemandu moda, merupakan bus Damri. “Itu bisa untuk ke “airport juga,” ucapnya. Ia mengatakan, penggunaan bus angkutan jalan perintis maupun bus sekolah efektif di daerah-daerah.

Single content advertisement top

Untuk angkutan jalan perintis, pemerintah menyerahkan bus untuk 23 wilayah di Indonesia. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Papua, dan Irian Jaya Barat. Sementara itu, ada 26 provinsi atau kabupaten yang menerima bus sekolah.

Beberapa kabupaten tersebut antara lain Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Papua. DKI Jakarta tidak ada dalam daftar penerima bus sekolah dari pemerintah tersebut. “DKI bilang stop bus sekolah. Tapi di daerah-daerah ini minta, memang masih butuh,” ujarnya.

Gubernur Joko Widodo menyatakan lembaganya bakal segera menyuntikkan armada baru bus sekolah mulai tahun ini. “Ada penambahan sedikit. Angkanya saya enggak hapal,” ujarnya, di Balai Kota, Kamis, 18 April 2013.

Penambahan armada bus sekolah dibutuhkan untuk menekan jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke sekolah. Saat ini, kata Jokowi, begitu Joko Widodo biasa disapa, masih banyak orang tua dan siswa yang menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah. “Nanti jangan sampai orang tuanya mengantar anaknya ke sekolah pakai kendaraan pribadi. Kan, itu memacetkan,” kata dia.

Penyediaan bus sekolah yang dilakukan secara berkala mampu menjembatani siswa untuk beralih dari kendaraan pribadi seperti motor dan kendaraan lainnya. Sehingga perlu pembenahan manajemen. “Sudah baik, tinggal manajemen yang diperbaiki. Tapi, kan, semua proses butuh waktu,” kata dia.

Sumber: Tempo

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Ekspor Gas Rugikan Negara

Berikan Pelayanan, Birokrasi Dilarang Terima Imbalan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply