8:40 pm - Senin November 20, 2017

Pemerintah Belanda Sediakan Beasiswa Untuk Pejabat Aceh

155 Viewed Redaksi 0 respond

Ilustrasi (image: kompas)

Banda Aceh–Belanda memberi peluang pemberian beasiswa bagi pejabat Pemerintah Aceh yang berkeinginan belajar manajemen teknologi air dan abrasi pantai di negara kincir angin tersebut.

“Kami membuka peluang pejabat Aceh untuk belajar manajemen tekhnologi air dan abrasi pantai di Nedherland,” kata Kepala bagian politik Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia Nico Schermers di Banda Aceh, seperti dilansir antaraaceh, Selasa kemarin

Single content advertisement top

Disela-sela pertemuan dengan Gubernur Aceh Zaini, Kepala bagian politik Kedubes Belanda juga banyak bertanya tentang pendidikan, dan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

Nico menjelaskan syarat terpenting dari peserta program beasiswa adalah kemampuan berbahasa Inggris dengan baik. Ia juga menyampaikan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Pemilu Legislatif 9 April 2014 di Aceh.

Ia juga menjelaskan, hubungan Belanda dengan Aceh juga cukup baik dalam berbagai bidang pendidikan. Aceh adalah daerah yang sangat strategis untuk dijadikan sebagai tempat belajar penanggulangan bencana.

Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini  Abdullah  menjelaskan tentang kesepakatan damai (MoU) antara Pemerintah  RI dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani  di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005.

“Pemerintah Aceh berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan beberapa butir MoU Helsinki yang belum selesai. Sebenarnya ini harus selesai dua tahun setelah MoU  ditandatangani, namun sampai hari ini ada beberapa regulasi yang belum tuntas, dan itu sedang kita usahakan,” kata gubernur.

Terkait dengan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, Zaini menegaskan bahwa masyarakat daerahnya menujukkan toleransi yang tinggi dalam beragama.

Di Aceh ada gereja dan wihara, mereka tidak dipaksa untuk mengikuti ajaran Islam. “Syariat Islam di terapkan di Aceh karena mayoritas penduduknya muslim.

Nonmuslim dipersilahkan beribadah sesuai keyakinannya dengan tenang di Aceh. Jadi nonmuslim jangan takut ke Aceh, mereka tidak dipaksa untuk memakai jilbab, namun berbusana sopan, menghormati kearifan lokal Aceh,” kata gubernur menjelaskan. (ant/pr)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Illiza: Ada Pihak Luar Ingin Hancurkan Syariat Islam di Aceh

Ormas Islam Minta Media Jangan Perkeruh Penerapan SI

Related posts
Your comment?
Leave a Reply