10:06 am - Kamis September 21, 2017

Pelajari Model Perdamaian, 20 Delegasi Pattani Kunjungi Aceh

256 Viewed Redaksi 0 respond

People College Pattani, Thai-Sel kunjungi Aceh, pelajari Model Perdamaian (ilustrasi: atjehpost)

Banda Aceh–Dua puluhan delegasi Peoples College Pattani, Thailand Selatan, mengunjungi Aceh untuk mempelajari model perdamaian di negeri Serambi Makkah.

Di Aceh, delegasi Pattani bertemu dengan sejumlah kalangan, termasuk Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Murthalamuddin mengungkapkan, delegasi yang terdiri dari 20-an pemuda itu tertarik datang ke Aceh didasari keinginan untuk melihat proses perdamaian GAM di Aceh dengan Pemerintah Indonesia yang berjalan cukup baik.

“Mereka sangat tertarik mempelajari keberhasilan Aceh dalam menyelesaikan konflik bersenjata tiga dekade antara pemerintah pusat Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM),” kata Murthalamuddin di Banda Aceh, seperti dilansir acehkita.co, Selasa (24/6).

Kedatangan tamu dari Patani tersebut diterima Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, mantan petinggi GAM Zakaria Saman, Tim Asistensi Gubernur Aceh M. Adli Abdullah.

Single content advertisement top

Sementara dari People’s Colleges Pattani hadir antara lain, Basaree Maseng, Wan F Cha Wan Ahmad, Ruslan Yusuf, Wan Idriss, Hasan M Tola, Imron Daud Wae Ismael Naesae serta Wan Idriss Wan Ahmad dari Yayasan Nusantara Untuk Pembangunan.

People College adalah organisasi yang melatih aktor perdamaian yang tersebar di seluruh wilayah Pattani. Mereka terdiri dari mahasiswa, jurnalis, pemimpin komunitas, budayawan, organisasi pemuda, organisasi perempuan, dan juga santri sekolah agama.

Pimpinan delegasi Ruslan B Yusuf, berharap dengan kunjungan ke Aceh dapat menemukan berbagai masukan untuk menyelesaikan konflik di negara itu. Termasuk bagaimana keterlibatan elemen sipil dalam menjaga perdamaian pascakonflik.

“Aceh menjadi model dan pelajaran berharga untuk kami dalam mencari solusi perdamaian di wilayah Pattani,” ujar Ruslan B Yusuf.

Dalam peretamuan itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menjelaskan panjang lebar  mengenai proses dan tahapan perdamaian di Aceh termasuk pembicaraan damai. “Hingga membuahkan hasil dalam kesepakatan Agustus 2005 yang disebut Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki,”jelasnya.

Perjanjian damai Aceh, lanjut Doto Zaini, kemudian ditindaklanjuti dengan sebuah UU yang memberikan kekhususan pemerintahan bagi Aceh, yaitu UUPA. Dikatakan juga, pembauran antara GAM dengan penduduk Aceh berjalan cepat sehingga perdamaian Aceh berjalan baik.

“Terpenting adalah komitmen teguh dan membangun kepercayaan,” kata Gubernur Zaini Abdullah.

Dalam pertemuan tersebut, Doto Zaini juga menyatakan kesediaannya, jika dipercayakan memfasilitasi agar konflik di Thailand Selatan dapat segera diakhir. “Kapan saja jika diminta, kami siap memberikan pikiran-pikiran dan meluangkan waktu untuk merajut perdamaian di sana,” pungkas Gubernur Zaini Abdullah.

Selain dengan Gubernur Aceh, rombongan People College dari Pattani, Thailand Selatan itu juga menemui beberapa tokoh masyarakat sipil, lembaga kebudayaan, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil Aceh. (ak/pr)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Ribuan Santri Gagalkan Hiburan Malam di Arena PORA Aceh Timur

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan, Minggu 29 Juni

Related posts
Your comment?
Leave a Reply