3:11 pm - Minggu November 24, 0363

Pasal “Karet” UU Pemilu Hasilkan Pemimpin Tak Bermutu

299 Viewed Redaksi 0 respond

Jakarta–Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan pasal-pasal “karet” yang terdapat dalam undang-undang Pemilu hanya menghasilkan presiden, gubernur, bupati dan walikota serta anggota parlemen tanpa kualitas tapi popularitas.

“Pasal-pasal “karet” dalam UU Pemilu hanya menghasilkan Presiden dan kepala daerah serta anggota parlemen tidak berkualitas tapi popularitas,” kata Arbi Sanit, di Jakarta, Kamis (30/5), sebagaimana dilansir jpnn.com.

Single content advertisement top

Kalau UU-nya bagus, lanjut Arbi, pasti akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan kapabilitas.

“UU mendorong orang mencalonkan diri dan pasti menang kalau popularitasnya memadai. Makanya banyak orang-orang yang keblinger ingin maju menjadi pemimpin,” ungkapnya.

Dia contohkan, pengusaha dan artis yang merasa terkenal dan banyak penggemar ramai-ramai mencalonkan diri. Bahkan adalagi orang yang sama sekali tidak terkenal, tidak punya kapabilitas tapi banyak duit malah lolos dalam Pemilu.

Dikatakannya Pemilu selama era reformasi hanya menguntungkan orang-orang yang punya partai politik, uang dan popularitas. Padahal, popularitas dengan kepabilitas merupakan dua hal yang berbeda.

“Kapabilitas calon pemimpin bukan karena soal dikenal, tapi merupakan kemampuan melakukan tugas-tugasnya,” ungkap Arbi Sanit. (JPNN)

Editor: Redaksi/sna

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Di Indonesia, Sarjana Pengangguran 360 Ribu

Mendikbud Umumkan Hasil UN SMP

Related posts
Your comment?
Leave a Reply