3:38 pm - Jumat Agustus 18, 2017

Pakar: Penikmat PSK Seharusnya di Penjara

386 Viewed Redaksi 0 respond
Reza Indragiri, Ahli Psikologi Forensik (foto:detakjateng)

Jakarta–Bisnis pemuas birahi alias prostitusi menjadi kegiatan ilegal lama di peradaban manusia. Pro kontra kehadiran mereka di tengah masyarakat terus mencuat. Ada juga menyebut ini tindakan kejahatan, sehingga penikmat maupun pelakunya bisa dipenjara.

Prostitusi dianggap masuk dalam kejahatan perdagangan manusia, dengan mempekerjakan para Pekerja Seks Komersial (PSK). Apalagi Bisnis haram ini merupakan kegiatan terorganisir. Biasanya para PSK diatur seorang perantara alias mucikari.

Single content advertisement top

Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel menilai, penikmat PSK seharusnya dijebloskan ke penjara. Sebab, para penikmat layanan syahwat ini ikut terlibat dalam bagian kejahatan perdagangan manusia.

“Iya (dipenjara). Prostitusi harus dipahami sebagai bentuk kejahatan. Ia dapat menjadi bentuk perdagangan manusia,” kata Reza, seperti dilansir merdeka.com, kemarin.

Selain masuk kejahatan perdagangan manusia, kata dia, bisnis pemuas birahi itu juga bentuk eksploitasi manusia atas manusia lain. Sehingga bisnis prostitusi ini tidak bisa dibiarkan.

Hadirnya lokalisasi, lanjut Reza, bisnis prostitusi di luar itu tidak akan surut. Artinya, kejahatan perdagangan manusia maupun eksploitasi tetap berkembang.

“Lokalisasi prostitusi tidak akan serta merta menghilangkan bisnis prostitusi di kawasan-kawasan perumahan maupun perhotelan,” tegasnya.

Maka dari itu, Reza menegaskan, polisi dan masyarakat harus tindak tegas bisnis prostitusi ini. Tidak hanya menyasar pemberi layanan, penikmatnya pun harus dihukum setimpal.

Bukan hanya penikmat dan pemberi layanan, dia menambahkan, pihak lain pencari keuntungan maupun kemudahan kegiatan prostitusi juga harus dihukum. Ini sesuai dengan Pasal 296 KUHP.

Pasal itu menyebut hukuman bagi pemberi kemudahan perbuatan cabul dikenakan penjara paling lama satu tahun empat bulan dengan denda paling banyak Rp 15.000.

“Kami menyemangati masyarakat dan polri untuk memperkarakannya dengan memanfaatkan pasal 296 KUHP,” ungkapnya.

Reza menegaskan, bersama dengan lembaga swadaya masyarakat Peduli Perempuan dan Anak, telah mendorong upaya hukuman setimpal bagi pelaku dan penikmat. Sebab, pihaknya telah gerah dengan masalah sosial tersebut. (mdk/pr).

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Senang Selfie Gejala Perilaku Menyimpang?

Ciri-Ciri Rumah Makan Yang Dikuasai ‘Jin Penglaris’

Related posts
Your comment?
Leave a Reply