2:28 pm - Sabtu September 23, 2017

Pabrik Gula Tak Beroperasi, Pengontrak Retribusi Merugi Jutaan Rupiah

368 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (lintasgayo)

Takengon–Terhitung sejak sabtu (6/9/14) hingga jum’at (12/9/14), pengutipan retribusi gula tebu merah lolos. Akibatnya, pengontrak retribusi itu mengalami kerugian hingga 11 juta lebih, dengan rincian pendapatan retribusi perhari berkisar 1,3 juta rupiah.

Tak beroperasi 1 minggu, pengontrak retribusi merugi melebihi 11 juta rupiah. Para petani dan pemilik pabrik gula tebu merah saat ini melah menyetor retribusi ke posko pemerintah daerah Bener Meriah. Demikian dikatakan Pengontrak retribusi gula pos Pondok Balek M. Hatta saat dijumpai wartawan sore kemarin.

Single content advertisement top

Dikatakan, kontrak yang ditandatangani dengan pemerintah daerah setempat mengacu pada Qanun Nomor 4 Tahun 2010 dengan tarif retribusi 200 rupiah perkilo gula, maka ditetapkan 750 juta besaran kontrak pertahun, yang telah ditandatangani pada awal Januari 2014.

“selama ini kami kutip retribusi Rp.100 per Kg, maka kami tentu merugi, karena dasar kontrak pertama mengacu pada qanun nomor 4 tahun 2010 dengna besaran Rp.200 per Kg” ujar M.Hatta

Terkait dari minesnya pemasukan retribusi tambah M.Hatta, kelanjutannya akan dilakukan konsultasi dengan pihak pemerintah daerah Aceh Tengah. (nusi)

Editor: Muhajir

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Bupati Aceh Tengah Kembali Janjikan Lahan RRI Takengon

Pemkab Tak Tanggungjawab Atas Minusnya Retribusi Gula

Related posts
Your comment?
Leave a Reply