12:21 am - Selasa November 21, 2017

Minim Penyidik, KPK Dipaksa Tebang Pilih

141 Viewed Redaksi 0 respond

Yogyakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipaksa oleh keadaan untuk tebang pilih dalam menangani kasus.

“KPK memang harus melakukan tebang pilih. Dari sisi penyidik, KPK hanya memiliki 78 orang, sementara laporan mengenai tindak pidana korupsi saja 60.000-an. Belum lagi kewenangannya yang juga mengharuskan tebang pilih karena hanya menyangkut penyelenggara negara,” kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Hasrul Halili, Rabu (15/5).

Pukat UGM menilai, tebang pilih yang dilakukan KPK pasti sudah melalui mekanisme yang benar sehingga kasus yang diungkap adalah yang benar-benar matang.

Hanya saja, lanjut dia, terkadang ada gejala politisasi penanganan kasus. “KPK dianggap jadi alat politik penegakan hukum. Tetapi kalau dilihat dari gejala terakhir, PKS lah yang justru memolitisasi terhadap penegakan hukum,” katanya.

Single content advertisement top

Hasrul menilai, langkah PKS dengan melapor ke DPR, ke Komite Etik, dan Mabes Polri dengan alasan yang dibuat-buat menunjukkan sangat tidak mencerminkan patuh pada hukum.

Karena itu, lanjutnya, para aktivis antikorupsi sangat berharap PKS tidak manipulatif dengan menggiring opini dengan istilah tebang pilih. “Di sisi lain KPK harus kuat dan menunjukkan diri sebagai superbody, jangan gentar,” katanya.

Sumber: metronews.com

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Stop Proyek ‘Aneh’ di DPR

Korupsi Al-Qur’an, KPK Hadirkan Anggota DPR

Related posts
Your comment?
Leave a Reply