3:11 pm - Minggu November 24, 4115

Mendagri Larang Bendera Aceh Berkibar Pada 15 Agustus

160 Viewed Redaksi 0 respond

Jakarta—Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melarang Pemprov Aceh untuk mengibarkan bendera bintang bulan sebagai bendera daerah, pada upacara peringatan delapan tahun perdamaian RI-GAM, 15 Agustus mendatang.

“Saya akan buat surat, Menkopolhukam juga akan buat surat karena qanun itu belum sah. Kalau belum dilakukan perubahan kan, tidak boleh juga dikibarkan,” kata Gamawan di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Kemendagri juga mengutus Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Djohermansyah Djohan, ke Aceh untuk membahas rencana pengibaran bendera GAM itu di Kota Serambi Mekkah itu.

Single content advertisement top

“Kemarin kita mengirim dirjen dan Itu sudah disepakati nanti tanggal 31 besok dibahas lagi di Jakarta. Saya akan bicara dengan gubernur, apabila tidak diperoleh kesepakatan perubahan bendera itu, maka 15 Agustus belum boleh dikibarkan,” tutur mantan Gubernur Sumatera Barat itu.

Alasan pemerintah melarang Qanun Aceh  tersebut, karena bendera itu sama persis dengan bendera GAM. “Kan sekarang persis seperti bendera GAM, tidak ada bedanya kan,” imbuhnya.

Dia meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) bersama Pemprov Aceh mengubah tampilan qanun tersebut. “Alternatifnya apakah hitamnya ditambah putih atau tulisan lain atau bulan bintangnya diganti,” jelasnya.

Namun jika Pemprov Aceh bersikeras untuk mengibarkan bendera GAM tersebut, pemerintah kata dia akan mengambil tindakan tegas.

“Kalau sudah saya dan Menkopolhukam menyurati Pemda Aceh, tentu ini harus ditindaklanjuti. Di situ kan juga ada Kepolisian dan aparat-aparat kita yang lain,” tukasnya. (okezone)

Editor: khairu

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Anggota Komisi III DPR: Soal FPI, Seharusnya Pemerintah Introspeksi

Dua Belas Pengacara Sambangi Kantor KPK

Related posts
Your comment?
Leave a Reply