3:11 pm - Sabtu November 24, 7956

Mawar Hitam Untuk Elsa (4)

240 Viewed Redaksi 0 respond

Oleh: Dina Mahlia

MALAM tiba, sejak lepas magrib ia seakan tak mau beranjak dari sajadahnya sampai Isya tiba dan malam benar-benar telah sunyi, matanya telah sembab, terdengar bunyi ponsel beberapa kali. Ada beberapa pesan bahkan panggilan tak dijawab dari teman-temannya, ia masih tak mau beranjak pindah dari sajadahnya,.

“Ya Allah”, bagaimana saya tidak percaya berita ini, ya datang dari keluarganya sendiri, mengapa ini terjadi padaku. “Ya Allah”, apa karena dia yang sudah sukses, sedang aku masih seperti ini? Tapi bukankah di Mata-Mu semua insan sama, Ya Rabb !. Jika memang berita itu benar, biarkan malam ini menjadi malam terakhir untukku mengingatnya, biarkan esok hari aku bangun tanpa Zian Azilia dalam ingatanku”, pintanya pada Tuhan.

Sepanjang waktu yang dilaluinya, canda tawa dan air mata seakan tak mau dikeluhkan lagi oleh Elsa, pagi ia terbangun dengan hati yang Ikhlas, ia telah merelakan semuanya, ia masih tetap mencoba tertawa dan tersenyum seperti biasa, setiap ia mengingat Zian, ia selalu mencoba mengalihkan pikirannya untuk membaca buku, kadang juga mendengar musik sampai seminggupun berlalu.

Single content advertisement top

Hari keberangkatan Zian tinggal menghitung jari, setiap mengingat moment itupun Elsa terus menghelakan nafas sejenak memikirkan janji-janji dulu. Andai ini semua tak terjadi mungkin ia akan menjadi nyonya Zian Azilia, tapi ia biarkan bak air mengalir, ia yakin bahwa Allah punya segudang kebahagiaan untuknya kelak.

Akhirnya, Zian pergi menjemput mimpinya” di tengah peraduan malam membentang harapan ia pergi meninggalkan Elsa, gadis yang pernah ia cintai walau ahirnya ia tinggalkan dengan sebuah alasan.

Elsa masih terdiam seakan tidak percaya Zian bisa pergi dengan penuh kegalauan, sulit dipercaya seorang Zian Azilia bisa bersikap sejauh ini. Saat semuanya terasa menyakitkan, Elsa mencoba bernafas lega untuk merelakan sang kekasih. Hanya sepucuk surat yang ia layangkan, surat pertama dan terakhir dari Elsa Almeira …….

“Dear Zianku….

Meskipun aku bukan siapa-siapa lagi, tapi peran ku sebagai orang terdekatmu masih aku perankan sampai saat ini, terimakasih atas durasi cinta tempo hari.

Tiada lagi yang bisa ku lakukan, saat air mata ini telah kering dan mata ku lembab. Aku mencoba diam, tapi keadaan ini terus mempermainkan ku dan menjdikan ku manusia bodoh didepan teman–teman dan keluargamu.

Saat cintamu pun  telah acuhkan aku sungguh aku telah menutup mata dan telinga untuk itu semua.

Berbahagialah dengannya yan… bukankah ia pilihan orang tuamu? gadis cantik berhati lembut tidak keras seperti aku, Anggap saja aku sebagai pohon rindang untuk mu berteduh sementara di tengah padang pasir.

Sungguh Aku ikhlas unruk kebahagiaan mu Zian..

Seperti ikhlasnya diriku dulu  menerimamu masuk kekehidupan ku. Dan kini saat dikau ingin pergi meninggalkan ku, akupun telah merelakan itu semua.

Selamat tinggal kepedihan, raihlah mimpimu wahai Purnamaku, pergilah cintaku, Biarkan berlalu……….!!!

_Elsa Almeira_

Penat datang, sepi menerpa’ Entah surat itu telah sampai atau tidak di tangan Zian, tapi yang pasti dia sudah menyampaikan apa yang ingin di sampaikan.

Kini tiada lagi orang yang selalu berdiri disamping tangga untuk menyapa miss Elsa saat mengajar, Tiada lagi Mr. Panic yang selalu menghawatirkan dirinya pulang kerja. Semua sudah tamat  saat bulan sabit itu telah berubah menjadi Purnama.

Waktu terus berjalan, sekolah pun kembali beraktifitas tanpa Mr Zian, kelas-kelas kursus tetap normal seperti biasa, begitupun kelas komputer telah ada pengajar baru.

Kini Setiap melewati ruang itu Elsa kembali tersenyum ketika melihat lampu dan kipas angin yang dulunya sempat menjadi moment pertama perkenalannya dengan Zian. Sepanjang waktu kepergian Zian.  Elsa terus diam, Ia biarkan semua berlalu dengan harapan….. Allah akan menghapus cintanya dalam Diam. [**]

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

“Khanduri Laot”, Tradisi Nelayan Aceh Mulai Punah

Arti Kehidupan

Related posts
Your comment?
Leave a Reply