3:11 pm - Sabtu November 23, 4571

Mawar Hitam Untuk Elsa (3)

261 Viewed Redaksi 0 respond

Oleh:  Dina Mahlia

Single content advertisement top

HARI berganti minggu tepatnya empat bulan hubungan mereka berjalan, mungkin ini waktu yang cukup dalam menjalankan ta’aruf. Begitulah paham yang dianut oleh leader kami yang juga menentang undang-undang percintaan di sini.

Ia Terus berjalan mengatur langkah, perasaanya gelisah tak karuan, dalam hatinya menyimpan sejumlah pertanyaan seputar perubahan yang ia tangkap dalam diri Zian. Zian pun bercerita tentang orang tua nya yang kabarnya sudah tidak suka dengan Elsa.

Orang tua saya sudah menentang hubungan kita, kamu tahu kenapa orang tua saya tidak restu lagi? Kamu keras kepala tidak mau mendengar kata – kata saya, kamu tahu hujan malam itu tapi kenapa ngotot minta pulang? Orang tua saya khawatir sama keadaan saya, tapi kenapa kamu seakan tidak peduli sama kesehatan saya? saya bingung, ini detik-detik terakhir yang membingungkan saya”, jelas Zian sambil mengotot.

“tapikan saya sudah minta maaf untuk tidak mengulanginya lagi, bukankah masalah tentang malam itu sudah clear? Kenapa masih kamu congkel2 terus kesalahan saya? Kenapa sekarang seakan saya salah terus?” Tegas Elsa dengan perasaan bersalahnya.

Ia terus diam karena tidak mau kegalauan ini merusak hubungan mereka, sampai ia tahu dan sadar tentang kehadiran Fitri, wanita yang dulu pernah menolak Zian namun kini kehadiran nya telah di undang oleh Orang tua Zian sendiri. Zian kembali di jodohkan dengan Fitri, entah bagaimana caranya mereka dekat tapi yang pasti vacumnya hubungan ini seakan menjadi celah untuk Fitri masuk menggeser posisi Elsa.

Tinggal selagkah lagi Zian menjemput mimpinya, di sinilah perubahan terus menampakkan wujudnya, semuanya seperti misteri menjadi rahasia umum dalam lingkungan mereka, Kehadiran foto Fitri dalam ponsel Zian telah membuat pertengkaran hebat Sore itu, pecah tangis Elsa menyatakan kekecewaannya…

“kenapa dia ada di sini?”

“dengar dulu, dia di take sama adx saya, ipar saya mau kenal sama fitri”.

“ga mungkin”, kenapa harus dia?’ bukankah dia orang yang di jodohkan sama  kamu? Bukankah dia dulu pernah menolak kamu? Tapi kenapa sekarang dia hadir hanya untuk menyingkirkan saya?”sela Elsa sambil menangis.

Pertengkaran hebat itu telah benar membuat Zian meninggalkan Elsa, ia meminta untuk menyendiri dan terbang bebas tanpa ada ikatan apa pun, Ia pengen terbebas dari Elsa yang katanya ego juga keras kepala.

Benar – benar seperti terhipnotis rasanya. “kemana Zian saya yang dulu, Zian yang jujur sama saya, yang sama- sama merasakan dinginnya air hujan dan panasnya matahari” sela Elsa dengan airmatanya, namun Zian diam tak bisa menjawab apa pun.

Dua minggu setelah pertengkaran hebat itu mereka masih diam, lebih tepatnya Zian telah meminta waktu untuk sama – sama introspeksi diri, dari sinilah keadaan semakin bungkam, mereka hidup tanpa komunikasi bahkan Zian tak diketahui kabarnya lagi setelah mengambil cuty untuk keberangkatannya.

Elsa masih menganggap ini masa istirahat, ia terus bersabar untuk introspeksi diri sampai tiba hari minggu ia kembali berkunjung ke rumah Zian untuk menghadiri Undangan pestanya Rani” adik kandung Zian.

Mawar hitam, harumnya kepedihan “Minggu kelabu yang membalut sejuta asa menitipkan seribu kegelisahan. “saya harus menghadiri pesta itu, mungkin di sanalah saya akan tau keadaan yang sebenarnya”, kata Elsa dalam hati.

Elsa yang mengenakan gaun ungu terlihat sedikit kurus dengan pansus lepes yang di kenakannya, kehadirannya di sambut baik oleh keluarga Zian bahkan Zian sendiri ikut menjabat tangan Elsa sambil menanyakan keadaannya.

“Sehat Miss?” Tanya Zian.

“Alhamdulillah”. Elsa menjawab penuh senyuman untuk meyakinkan Zian bahwa ia memang baik2 saja, dalam sela2 pembicaraanpun ia terus mencoba tertawa untuk menutupi kesedihannya itu. “jangan sampai semua tahu tentang ini” ketus Elsa dalam hati, ia terus tampil tersenyum di tengah keramaian itu agar Bunda maupun Zian sendiri tidak bisa melihat kesedihan yang dirasakan Elsa.

Namun, seketika pandangannya terhenti pada seorang gadis yang nyaris mirip seperti dalam ponsel Zian waktu itu, tapi dia terus membuang fikirannya dengan terus yakin bahwa Fitri memang telah bertunangan dengan orang lain, sekalipun ia di sini pasti hanya untuk menghadiri undangan Rani.

Ada perasaan yang hambar bercampur dalam diri Elsa, namun ia tak mau peduli dengan semua ini, ia masih yakin bahwa Zian akan menemuinya lagi untuk memulai semua dari awal, ia terus sabar menunggu sampai ia tak sadar bahwa keadaan telah mempermainkan nya sejauh ini. Melihat keadaan telah sepi, Ia menarik kursi untuk duduk menemani adik sepupunya Zian yang lagi sibuk menyambut tamu.

“kakaK,,,,,” sapanya ramah, “Apa kabar kak?

“ Alhamdulillah  baik – baik saja dex” jawab Elsa penuh senyuman.

Lima menit terdiam tanpa kata yang ahirnya dengan wajah Lugu dia bertanya ” ka Elsa sudah kenal dengan pacar baru bg Iyan? Ka Fitri namanya, mamanya yang kasih tau kemarin” .

Hati Elsa begitu sakit, mukanya memerah, tapi ia tetap mencoba tersenyum.” Ka Elsa udah punya pacar baru” tanya nya lagi.

“Tidak,,,,,,” jawab Elsa dengan wajah polosnya. “Entah darimana kebenarannya  nya itu, entah kapan mereka sudah berhubungan, bukankah wanita itu sudah lama bertunangan dengan orang lain?, kemana dia dulu saat Zian belum bersamaku, kenapa sekarang dia justru datang menggeser posisiku di hati Zian, Ia melihat sekeliling nya entah dimana zian berada’ kenapa dia tidak datang walau untuk menjelaskan tentang ini semua,” pikirnya dalam hati.

Ia ditarik oleh temannya untuk langsung pulang dengan rasa malu tak terbayarkan, namun ia tidak dendam dan terus menahan tangis sampai tiba di rumah pecah semuanya, tangis yang menyeruak menguasai isi kamarnya, rasa kecewa yang tak terbayarkan’ ia pikir diamnya Zian selama ini benar – benar untuk memperbaiki semuanya, namun tanpa disangka waktu itu dimanfaatkannya untuk seorang Fitri.

“meninggalkanku demi kebahagiaannya sendiri, bagaimana aku bisa mencintai orang seperti itu”? kata – kata itu yang terus keluar dari mulut Elsa setiap temannya membuka topik seputar hubungan mereka…..bersambung

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in
prev-next.jpg

Mawar Hitam Untuk Elsa (2)

“Khanduri Laot”, Tradisi Nelayan Aceh Mulai Punah

Related posts
Your comment?
Leave a Reply