3:11 pm - Kamis November 23, 4637

Masyarakat Sipil Aceh di Jakarta: Stop Kekerasan di Aceh

405 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (foto; ist)
Ilustrasi (foto; ist)

Ilustrasi (foto; ist)

Jakarta–Menyikapi situasi terkini di Aceh jelang pengumutan suara pemilu legislatif 9 April 2014, kelompok masyarakat sipil Aceh di Jakarta sangat prihatin dengan berbagai tindak kekerasan bersenjata dan intimidasi di Aceh selama ini.

Menurut  mereka, proses demokrasi melalui pemilu untuk memilih wakil rakyat harusnya berlangsung damai, tanpa kekerasan dan tekanan dari pihak mana pun.

Namun, ironi, proses demokrasi di Aceh tercemar dengan tindak kekerasan bersenjata yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan harta benda.

Single content advertisement top

Atas kondisi tersebut, masyarakat sipil Aceh di Jakarta sangat  prihatin dengan lemahnya peran negara, baik Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Aceh dalam menangani tindak kekerasan di Aceh.

“Presiden dan jajaran Pemerintah Pusat bersama dengan Pemerintah Daerah serta badan pelaksana pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP dan Kepolisian RI) harus bertanggung jawab dalam menciptakan kondisi yang aman di Aceh”, tulis siaran pers, yang diterima Pikirreview.Com, Sabtu (05/4) malam.

Maka dari itu, kami masyarakat sipil Aceh di Jakarta mengeluarkan sikap tertulis sebagai berikut:

Pertama, mengutuk segala bentuk kekerasan yang berlangsung di Aceh, baik pembunuhan, kekerasan, intimidasi dan lain-lain yang mengatasnamakan kepentingan politik.

Kedua, meminta kepada Presiden untuk secara serius sungguh-sungguh menangani persoalan tersebut dan segera melakukan evaluasi pelaksanaan pemilu di Aceh.

Ketiga, kepada Kepolisian Republik  Indonesia agar mengusut tuntas rangkaian kekerasan yang terjadi Aceh dan mengamankan masyarakat pada saat pemilu nanti. Kepolisian harus mampu mengungkap dan menangkap pelaku yang berada dibalik semua tindak kekerasan yang selama ini terjadi.

Keempat, kepada KPU dan Bawaslu jangan menutup mata terhadap pelanggaran pemilu yang terjadi di Aceh. KPU dan Bawaslu harus pro aktif  dan bertindak tegas dalam menyelesaikan pelanggaran pemilu.

Kelima¸ kepada Partai Politik agar benar-benar berperan memberikan pendidikan politik yang santun dengan berkompetisi secara fair  dan tidak memecah belah masyarakat demi kepetingan politik semata.

Keenam,  kepada Rakyat Aceh agar tidak terpancing dengan kekisruhan politik yang sedang terjadi. Rakyat Aceh harus menolak setiap bentuk kekerasan dan tentukan pilihan secara kritis sesuai keinginan.

Ketujuh  kepada TNI, agar serius mengusut anggotanya yang terlibat dalam kekerasan di Aceh dengan menyerahkan pelakunya kepada pihak kepolisian. Selain itu, TNI harus benar-benar menunjukkan profesionalismenya dan netralitasnya dalam pemilu. (rilis/feri kusuma)

Editor: Muhajir

_________

Aliansi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Damai: 

AMSA [Aliansi Masyarakat Sipil Aceh-Jakarta], IMPAS [Ikatan Mahasiswa Paska Sarjana Aceh-Jakarta], IMAPA [Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Aceh Jakarta], KOMPAJAYA [Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Jakarta Raya], SAMAN UI [Silahturahmi Mahasiswa Universitas Indonesia], KontraS [Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan], JRK [Jaringan Relawan Kemanusiaan], SOMAKA [Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat untuk Aceh], SAJAK [Seniman Aceh Jakarta], FORSOLA [Forum Solidaritas untuk Aceh], SP [Solidaritas Perempuan]

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

PNA: Aksi Penembakan Di Bireuen Ulah Preman Politik

Hah…Rhoma Cs Ditinggalkan PKB !

Related posts
Your comment?
Leave a Reply