12:54 pm - Selasa Oktober 24, 2017

Masjid-masjid Tetap Utuh, Kuil-kuil Hancur Berantakan di Nepal

441 Viewed Redaksi 0 respond
Kuil-kuil bersejarah di Nepal pasca Gempa 7,8 SR april lalu (merdeka.com)

Kathmandu–Gempa berkekuatan 7,8 SR yang mengguncang Nepal pada Sabtu, 25 april lalu yang menewaskan lebih dari 7000 orang dan telah meluluhlantakan harta benda dan sejumlah bangunan baru dan lama.

Sejumlah media memberitakan ipas dari gempa dahsyat tersebut berkaitan korban jiwa, bangunan rusak dan pengungsian penduduk yang selamat. Sisi lain yang tak disiarkan media massa (online dan telivisi dunia) adalah bangunan ibadah penduduk Nepal, seperti kuil-kuil  dan juga masjid-masjid bersejarah di Nepal.

Sejumlah kuil di Nepal hancur berantakan dihantam gempa 7,8 SR tersebut. Berbeda dengan sejumlah kuil yang hancur, Alhamdulillah Allahu Akbar masjid-masjid di Nepal tetap utuh.

Seperti dilansir merdeka.com, Masjid Jami’ di Bag Bazaar, Ibu Kota Kathmandu, Nepal itu masih berdiri tegak. Tak ada dinding terkelupas atau bahkan retak. Aktivitas di sekitar area masjid sangat ramai. Pertokoan mulai buka, walau madrasah masih tutup.

“Kami bersyukur, ini semua karena kuasa Allah,” kata, anggota takmir Masjid Jami Nepal Mohammad Rizwan, beberapa waktu lalu.

Single content advertisement top

Rizwan menjelaskan Masjid Jami Nepal ini bangunan yang relatif lebih baru. Renovasi besar masjid ini terakhir dilakukan pada 1995.

Tapi hanya berjarak 600 meter, ada Masjid Khasmiri Taqiya yang dekat Universitas Tri Chandra. Masjid itupun tidak mengalami kerusakan apapun. Padahal tempat ibadah itu sudah dibangun sejak 1524 Masehi.

“Ada beberapa masjid di seputaran Kathmandu. Sebagian besar berusia lebih dari 100 tahun dan tidak ada yang rusak,” kata Rizwan.

Di Lalitpur, masjid jami masih berdiri tegak. Demikian pula masjid di Kota Bharatpur, Distrik Chitwan.

Merujuk sensus terakhir, ada 1,1 juta penganut ajaran Islam di Nepal, urutan ketiga setelah Hindu dan Buddha. Itu mencakup sekitar 10 persen total populasi di negara lereng Pegunungan Himalaya tersebut. Kebanyakan adalah warga India keturunan etnis urdu.

Rizwan menyatakan setelah gempa 7,8 skala richter melanda pada 25 April lalu, takmir seluruh masjid langsung berkumpul. Mereka mencari info adakah warga muslim yang jadi korban. Ternyata di seputar Kathmandu hanya ada dua warga tewas dan belasan cedera. Tapi mayoritas keluarga muslim selamat.

Oleh sebab itu, kini Masjid Jami menjadi pusat pengiriman bantuan logistik untuk korban lindu. Mayoritas adalah beras, air bersih, dan makanan siap saji. Tiga truk hilir mudik mengangkut logistik sepanjang kunjungan merdeka.com.

“Ini bantuan yang datang dari komunitas muslim Nepal. Kami mengirim ke manapun warga membutuhkan,” kata Rizwan.

Pria 40 tahun ini pun mengkritik derasnya bantuan gempa Nepal, tapi mengedepankan bendera lembaga masing-masing.

Dia menyatakan bantuan masjid jami bahkan tidak ditempeli stiker. “Kami tidak memotret bantuan, kami yakin Allah telah mencatatnya.” Alhamdulillaah… (mdk/pr)

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Kosmonot Rusia Takjub Potret Makkah dan Madinah

Sambut Ramadhan, Di Aceh Ada Tradisi ‘Meugang’

Related posts
Your comment?
Leave a Reply