7:43 am - Selasa November 21, 2017

Makna Gempa Aceh Menurut Kitab Tajjul Muluk

333 Viewed Redaksi 0 respond

Banda Aceh–Aceh seakan-akan tidak bisa lepas dari bencana gempa. Gempa sudah menjadi bagian dari kehidupan warga. Tahukah kita, setiap gempa memiliki makna teguran yang disampaikan oleh sang khalik.

Gempa merupakan isyarat alam yang berbicara atas perilaku manusia yang berada di muka bumi ini. Isyarat sebagai bentuk peringatan yang diberikan pada hambanya.

Single content advertisement top

Menurut kitab Tajjul Muluk sebagaimana disampaikan oleh seorang ahlinya, Tarmizi A Hamid, gempa yang terjadi Selasa 22 Oktober 2013 berkekuatan 5,6 SR mengisyaratkan penyakit akan menimpa di negeri ini.

“Makna dari gempa itu sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tajjul Muluk, penyakit dimaksud adalah penyakit fitnah, penyakit batin, dan sebagainya, akan menimpa Aceh,” kata Tarmizi A Hamid.

Kisahnya, ada jutaan penyakit yang sedang mewabah di tengah-tengah masyarakat Aceh saat ini. Saat inilah Allah sang pencipta ingin berkomunikasi dengan alam sembari menegur hamba yang telah lalai di atas permukaan bumi ini.

“Allah berkomunikasi dengan Alam, karena ulama sudah dicabut ilmunya. Seharusnya Allah berkomunikasi dengan ulama-ulama yang bertasawuf dengan cara bermimpi, karena itulah Allah berkomunikasi dengan alam sebagai peringatan,” tuturnya.

Kata Tarmizi, pada prinsipnya tafsir gempa tersebut sebagai catatan sejarah peristiwa masa lalu dalam periode yang sama. Nah, dengan adanya catatan tersebut, berarti orang Aceh semenjak dahulu kala kerap dengan bencana gempa.

“Ya, terutama cara hidup yang sesuai dengan fitrah kita dan Aceh ini negeri aulia,” tukasnya.

Dia melanjutkan, Aceh ini yang mempelopori segala keilmuan Islam kepada Nusantara dan negara lain. Jadi harkat martabat semua masyarakat harus dijaga yang sesuai dengan fitrahnya. Aceh didera dari berbagai penyakit moral yang tidak bisa diterima oleh hamba-hamba yang normal.

“Ya silakan, orang Aceh lupa segala-galanya, lupa dengan kebesarannya, lupa jati dirinya, lupa kebangsaannya dan lupa dengan agamanya. Ini semua penyuluhan bidang agama, budaya dan adat dikesampingkan, padahal pondasi Aceh terletak di sini,” pungkasnya (merdeka.com)

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Ups, Piramida Giza Mampu Tutupi Wilayah Prancis

Ironis…Ketika Polwan Perjuangkan Jilbab, Malah Lahir Pornografi

Related posts
Your comment?
Leave a Reply