9:08 pm - Sabtu November 18, 2017

Luka

338 Viewed Redaksi 0 respond

Puisi Masrur Tok*

 
Gemerlap bintang dilangit tak lagi mampu memberikan setitik
cahaya.
Hujan pun tak mampu memadamkan amarah ygan membara ini.
Luka yang pernah kau berikan begitu membekas dilubuk hati.
Perasaan itu seakan menghantui hampir setengah perjalanan yang telah kulalui.
 
Bukan kebahagiaan yang tercipta selama ku lalui hariku bersamamu,
melainkan air mata kesedihan yang selalu mengiringi cerita kita.
Terlalu kejam permainan yang kau mainkan,
hingga luka itu membekas bahkan tak ada penawarnya.
 
Kata maaf pun tak dapat meruntuhkan kesalahan atau kekhilafanmu itu.
Pernah ku mencoba namun ku gagal. []
 
Penulis: Peminat Sastra, Budaya dan Film, tinggal di Lhokseumawe
 
Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Budayawan: Perayaan Tahun Baru Masehi Tidak Jelas Tujuan

Dukung Seni Budaya, Pemkab Bireuen Gelar Malam Seni

Related posts
Your comment?
Leave a Reply