4:13 am - Selasa November 21, 2017

LSM: Pengusaha Penikmat BBM Bersubsidi

439 Viewed Redaksi 0 respond
Isu kenaikan BBM jadi isu di masa transisi pemerintahan RI (foto: m.sanusi/pikirreview)

Takengon—Wacana pemerintah pusat untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan mencabut subsidi BBM, mendapat respon positif dari forum LSM Aceh Tengah.

Menurutnya, BBM bersubsidi yang selama ini disediakan pemerintah, justru dinikmati oleh para pejabat yang mempunyai perusahaan kelas kakap.sehingga tujuan awal program mensubsidikan BBM ke masyarakat miskin, jauh melanceng.

“Subsidi BBM yang sebelumnya itu justru dinikmati oleh para pengusaha, dengan santai mereka menyedot subsidi BBM yang diberikan pemerintah” ujar Ketua Forum LSM Aceh Tengah, Wien Satria Agustino.

Single content advertisement top

Ketika harga BBM sudah dinaikkan, juga merupakan satu upaya pemerintah, agar penjualan BBM ke negara tetangga dapat berkurang, karena harga jual di Indonesia sendiri sudah menjadi stabil.

“Akan menjadi kebijakan yang Pro-Rakyat jika setelah adanya kenaikan BBM, pemerintah mampu mengembalikan kompensasi subsidi yang tepat sasaran kepada rakyat miskin. Seperti halnya subsidi sembako dengan harga beli separuh dari harga jual sebelum adanya subsidi”, papar Wien, saat berbincang dengan wartawan di Takengon, Jum’at (29/08)

Ditambahkannya,“Pemerintah lebih baik memberi subsidi dibidang sembako dan kebutuhan pokok lainnya, yang sudah jelas dirasakan langsung oleh rakyat”, ujar Ketua Forum LSM Aceh Tengah itu.

Program bersubsidi itupun perlu dikontrol secara serius oleh pemerintah, sehingga oknum yang hendak memanfaatkan program subsidi juga dapat terdeteksi.

Ada yang janggal dalam masa transisi kepemimpinan di Indonesia saat ini. Berkenaan dengan masa itu pula, krisis BBM di seluruh tanah air terjadi. Hal inilah yang cukup disayangkan, karena dengan kisis BBM, kemerosotan ekonomi masyarakat sangat terasa.

“Setiap pergantian presiden, ada saja di Indonesia ini yang aneh, kurang stok BBM lah”, ungkap Wien

Sementara Ketua LSM Cinta Bangsa Aceh Tengah, Sejahtra, mengatakan untuk menstabilkan keuangan negara di masa mendatang, kebijakan mendasar lain yang harus dilakukan Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, serius mengawasi pendapatan perpajakan, mulai ditingkat Daerah, Provinsi hingga tingkat Pusat, agar “mafia” pajak yang selama ini kerap bereaksi di negeri seribu pulau ini, dapat dibasmi.

“Dulu kita salahkan rakyat tidak bayar pajak. Tapi sekarang, pajak yang dibayar oleh rakyat, nyatanya dinikmati oleh oknum-oknum tertentu. Ini pula yang saat ini membuat masyarakat enggan melunasi pajak meraka” paparnya.

Dia menambahkan, “Langkah awal yang harus segera di ambil oleh pemerintah, memenuhi kebutuhan BBM kepada masyarakat, sehingga mata pencarian yang selama ini secara umum menggunakan alat transportasi, tidak tergangu”, tambah Sejahtra.

Di tempat terpisah, Kabag Ekonomi Aceh Tengah, Husaini A. Jalil, juga angkat bicara.  Terkait maraknya isu kenaikan BBM di negeri ini.

Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat untuk menaikkah harga BBM, dinilai Pro terhadap rakyat, apabila harga jual komoditi hasil panen petani juga dinaikkan.

“Kompensasi BBM dialihkan saja ke program subsidi yang lebih menyentuh ke rakyat, dan disamping itu, pemerintah juga harus menaikkan harga beli hasil panen petani” jelas Husaini A. Jalil.

Terkait adanya peraturan BPH Migas tentang larangan penjualan BBM bersubsidi di atas pukul 18:00 WIB, Husaini A. Jalil menilai, kondisi itu dapat memberatkan masyarakat.

“Di Aceh Tengah ini, banyak mobil truk yang mengangkut barang hasil panen tani pada malam hari, kalau dibatasi terpaksa harus di tunda keberangkatannya, al-hasil, barangnya kan busuk”, jelas Husaini setenagh bertanya (Nusi)

Editor: Safta

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Hah…Pedagang Susu & Tukang Tambal Ban Kalahkan Insinyur Oxford

5 Bocah Ajaib Ini, Bikin Dunia Kagum

Related posts
Your comment?
Leave a Reply