3:11 pm - Sabtu November 22, 1225

KPPOD: Penambahan Daerah Otonomi Baru Tidak Realistis

199 Viewed Redaksi 0 respond

Jakarta–Penambahan daerah otonomi baru saat ini dinilai tidak realistis. Pemekaran daerah dikhawatirkan menjadi alat tukar untuk menambah kekuatan politik jelang pemilu 2014 mendatang.

Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng ketika dihubungi, Minggu (27/10).

“Penambahan daerah otonomi baru ini bagian dari kepentingan DPR. Kuat kepentingan politik mereka menjelang pemilu 2014,” ujarnya.

Yang terjadi selama ini, kata dia, pemekaran daerah menjadi alat tukar-menukar baik secara politik maupun ekonomi dan bisnis. Para politisi di tingkat nasional berkepentingan dalam pemekaran daerah, untuk memperluas basis kekuasaannya.

Single content advertisement top

“Karena wilayah menjadi semakin banyak. Ini menjadi instrument untuk membangun kekuatan politik lokal. Untuk para politisi lokal yang karirnya mentok di daerah lama, bisa mendapat jabatan di daerah baru. Begitu juga para birokrat bisa naik jabatan. Para pengusaha juga mendapat untung dari banyak proyek di daerah baru,” urainya.

Ia menekankan, ketimbang mengerjakan 65 RUU DOB, lebih baik DPR fokus pada penyelesaian tiga RUU paket otonomi daerah yakni, RUU Pemilu Kada, RUU Desa dan RUU Pemerintahan Daerah, ditambah juga dengan RUU Perimbangan Keuangan. (metrotvnews)

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Media Massa dihimbau Tidak jadi Corong Parpol

Hari Sumpah Pemuda, Mendikbud Harap Bahasa Indonesia Mendunia

Related posts
Your comment?
Leave a Reply