3:11 pm - Jumat November 22, 7337

Keutamaan Akal Manusia Dalam Islam

357 Viewed Redaksi 0 respond

Oleh: Erlinda Wati, S. Pd.I

Allah berfirman: “ Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak turunan Adam, dan telah Kami berikan kepada mereka rizqi yang baik-baik dan Kami berikan pula kepada mereka kelebihan yang lebih utama dari kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al Isra’: 70)

Single content advertisement top

Islam mendudukkan manusia pada forsi yang istimewa sebagai makhluk yang luar biasa sehingga mereka mendapat keutamaan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Salah satu unsur manusia menjadi luar biasa dan mulia adalah karena akalnya.

Dalam suatu riwayat, dijelaskan bahwa Nabi SAW bersabda,” Barang siapa membaca salam untuk saya sepuluh kali, maka seakan dia telah memerdekakan seorang budak” (Syifaa-un Syariifun).

Dalam riwayat yang lain, Amar bin Ka’ab dan Abi Hurairah mendatangi Baginda Rasul SAW untuk bertanya sesuatu, yaitu; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling ‘alim (berilmu)?”, kemudian Baginda Rasul SAW menjawab: “Orang yang berakal”. Mereka bertanya lagi : “Siapakah orang yang paling utama?”. Baginda Rasul SAW menenerangkan, sebagai berikut:: Orang yang berakal, tiap-tiap sesuatu itu mempunyai alat, dan alatnya orang yang beriman adalah akalnya; tiap-tiap kaum itu mempunyai pemimpin, dan pemimpinnya orang yang beriman adalah akalnya; tiap-tiap kaum itu mempunyai tujuan dan tujuan pokok bagi para hamba adalah (pada) akalnya”. 

Dari Siti ‘Aisyah, bahwa dia berkata; “akal itu ada sepuluh bahagian, lima bagian yang tampak dan lima lainnya tidak tampak. Adapun yang tampak adalah:

1.  Diam.

Sebagaimana sabda Nabi SAW; yang artinya: “Barang siapa diam, maka selamatlah dia, dan barang siapa banyak bicaranya, banyaklah salahhya”.

2. Sabar.

3. Merendahkan diri (sopan)

Sabda Nabi SAW, yang artinya: “Barang siapa yang merendahkan diri, maka diangkat oleh Allah SWT dan barang siapa yang takabbur akan direndahkan oleh Allah SWT”.

4. Perintah dengan kebaikan dan melarang yang mungkar

5. Berbuat baik.

Sedangkan yang tidak kelihatan (abstrak) adalah:

1.      Berfikir
2.
      Memberikan tauladan/contoh perilaku yang baik
3.
      Menganggap perkara besar terhadap dosa.
4.
      Takut kepada Allah SWT
5.
      Merendahkan hawa nafsu dan mengalahkannya (Dalam Kitab Hayaatul Quluubi).

Penulis:  Guru SMP Negeri 3 Muara Batu Aceh Utara

 

 

 

 

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Mau Dapat Pekerjaan, Muslim Australia Disarankan Ganti Nama

Related posts
Your comment?
Leave a Reply