12:16 pm - Rabu November 22, 2017

Kepala Daerah Yang Tolak Penghapusan PBB Akan Diaudit

409 Viewed Redaksi 0 respond
Menteri Agraria RI (foto: antaranews)

Bandung–Beberapa kepala daerah di Indonesia tidak semua sepakat dengan wacana penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada 2016 mendatang. Sebab PBB sendiri dianggap sebagai kontribusi terbesar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mengenai bersikerasnya Kepala Daerah untuk tetap memberlakukan PBB terhadap semua bangunan dan tanah, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan menantang tegas.

Menteri asal Partai NasDem tersebut mendesak kepala daerah untuk melakukan audit PBB untuk memastikan apakah PAD berkurang signifikan atas kebijakan itu.

Single content advertisement top

“Ketika banyak kepala daerah menolak, saya tantang mari kita audit. Kalau ada sampai 40 persen PAD kurang karena kebijakan kami, akan kami batalkan. Tapi tolong audit dulu,” katanya dalam seminar terkait Tata Ruang di Kampus ITB, seperti dilansir merdeka.com, Sabtu (7/2).

Penghapusan ini lanjut Ferry akan dilakukan khusus untuk rumah hunian yang tidak berkategori mewah. Untuk memperjelas kategori yang tetap terkena pajak, maka Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN akan membuat klasifikasi rumah mewah.

“Kita akan membuat klasifikasi rumah mewah, kalau punya rumah dua apalagi dikos-koskan apakah kena pajak? Ya kena. Warung untuk sumber naskahnya tidak. Karena negeri harus melindungi hak-hak hidup dasar,” terangnya.

“Ya kalau perkantoran, restoran, pertokoan dan rumah yang dipakai untuk kontrakan atau kos-kosan juga itu tetap dikenai PBB,” kata dia menambahkan.

Lanjut dia, pemerintah di sini tengah berupaya untuk mensejahterakan rakyatnya. Menurut dia, itu tidak menjadi masalah besar karena penghapusan PBB bisa mengurangi beban masyarakat. (mdk/pr)

Editor: Muhajir AFD

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Seskab: Istana Sudah Minta BG Mundur

KPK ‘Dimatikan’ Karena Usut Korupsi Migas & Minerba

Related posts
Your comment?
Leave a Reply