3:11 pm - Minggu November 23, 7062

Kehilangan Arah

345 Viewed Redaksi 0 respond

Puisi Masrur Tok

 

Single content advertisement top

Dulu aku begitu kuat…
Hari-hari ku lalui dengan penuh semangat.
Tak ada setetes pun air mata mengalir di pipi ini.
Hanya lah senyuman keceriaan yang selalu ku tebarkan.
Masa itu aku masih punya pegangan yang kuat.
 
Yang  mampu menopangku dikala aku rapuh.
Namun itu semua hanya sekejap saja kurasakan.
Ternyata penopangku yang kuat itu semakin hari semakin rapuh.
Termakan oleh waktu yang tak bisa ditawar.
Seketika aku lemah.
 
Perjalananku pun sempat terhenti.
Namun aku tahu perjalanan yang kutempuh ini masih panjang dan tetap harus ku tempuh
Bahkan akupun sempat tersesat di perjalanan yang tak pernah aku tahu dimana akan berakhir
Tapi aku tetap optimis bahwa aku mampu menempuhnya, sejauh apapun itu akan akan tetap melangkah.
 
Hal yang menjadikan diri ini kuat.
Telah hancur berkeping-keping.
Aku sempat berfikir bagaimana pegangan itu bisa menguatkan ku lagi.
Sementara ia telah menjadi abu.
Aku benar-benar tak berdaya.
Arahku telah pergi untuk selamanya. []
 
 
Penulis: Peminat Sastra, Seni & Budaya, Tinggal di Lhokseumawe
 

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Merdeka Berarti Bebas Berkreasi

Tari Ratoh Duek, Pukau Warga Kota Alnwick Inggris

Related posts
Your comment?
Leave a Reply