6:45 pm - Selasa November 21, 2017

Kasus Penyerangan Masjid Kembali Terjadi di NKRI

381 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi (republika online)

Jakarta–Penyerangan terhadap Masjid As-Syuhada di Bitung, Sulawesi Utara kembali menaikkan tensi konflik rumah ibadah di tengah masyarakat Indonesia.

Direktur Eksekutif Ma’arif Institut, Fajar Riza Ul Haq mengingatkan tindakan penyerangan yang intimidatif ini akan semakin memperkeruh situasi di tengah konflik rumah ibadah yang sebelumnya terjadi di Tolikara dan Aceh Singkil.

Ia berharap aparat pemerintah daerah bisa menjaga keamanan umat Islam dan menindak tegas massa anarkis.  “Penegakkan tidak boleh pandang bulu, keadilan harus ditegakkan. Negara wajib memastikan semua warga bebas dari rasa takut,” katanya seperti dilansir republika online, Rabu (11/11).

Fajar berharap pemerintah daerah juga harus transparan dalam proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Masjid ini. Jangan sampai, kata dia, syarat telah terpenuhi, namun tetap dipersulit. Ia mengingatkan seyogianya Pemda bercermin dari kasus rumah ibadah di Aceh Singkil dan Tolikara.

“Akan sangat mahal ongkos yang harus ditanggung jika pemda Bitung tidak peka dan bertindak tidak adil,” ujarnya.

Single content advertisement top

Sebelumnya ketegangan terjadi antar umat beragama di Bitung, Sulawesi Utara pada Senin (9/11). Ratusan massa menyerang pembangunan Masjid Asy-Syuhada di Kompleks Aer Ujang, Kota Bitung karena dianggap pembangun masjid belum mendapatkan IMB. Sedangkan semua persyaratan IMB terhenti karena kelurahan yang enggan menandatangani izin tersebut. (rol/pr)

Editor: Muhajir AF

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Kabar Gembira Bagi PNS, Tahun 2016 Akan Dapat THR

Menpan-RB: 16 Kementerian Berkinerja Buruk

Related posts
Your comment?
Leave a Reply