3:11 pm - Rabu November 23, 4327

Kalangan LSM: Ada Pihak Bermain Kacaukan Aceh Jelang Pemilu

340 Viewed Redaksi 0 respond
Ilustrasi 9google)
Ada Yang Bermain Kekerasan di Aceh

Ilustrasi Kekerasan Bersenjata (lensaindonesia)

Banda Aceh–Kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh menilai ada pihak yang bermain untuk mencari keuntungan dengan mengacaukan suasana menjelang pemilu di provinsi ujung barat Pulau Sumatra tersebut.

“Sepertinya ada permainan pihak lain yang ingin mengambil keuntungan dari kekerasan menjelang pemilu di Aceh, sehingga masyarakat Aceh yang menjadi korban,” kata Direktur Koalisi NGO HAM Zulfikar di Banda Aceh, seperti dilansir antara, hari ini.

Single content advertisement top

Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan pers Koalisi NGO HAM bersama sejumlah LSM lainnya, yakni LBH Banda Aceh, Kontras Aceh, GeRAK Aceh, Aceh Jucidial Monitoring Institute (AJMI), Katahati Institute, dan Masyarakat Transparansi Anggaran (MaTA).

Zulfikar menyebutkan, pihaknya sedang menelusuri pihak mana yang bermain dan ingin mengambil keuntungan terkait kekerasan menjelang pemilu. Begitu juga tujuannya, apa yang mereka inginkan terjadinya kekerasan menjelang pemilu di Tanah Rencong.

Untuk mengusut kekerasan tersebut, Zulfikar menegaskan, kepolisian di Aceh harus berani bertindak tegas siapa aktor yang bermain, sehingga terwujud rasa keamanan masyarakat menyongsong pemilu 9 April mendatang.

“Polisi harus berani. Diberikan anggaran cukup besar, tetapi tidak bisa mengungkap siapa aktor sebenarnya yang mencoba membuat kekacauan di Aceh sekarang ini,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur AJMI Agusta Mukhtar mengatakan, kepolisian di Aceh Aceh tidak berani mengungkap kasus kekerasan yang terjadi menjelang pemilu di daerah itu.

“Polisi harus netral dan mampu mengungkap siapa yang bermain di Aceh. Kepolisian harus bisa melakukan respons cepat terhadap kekerasan, misalnya tindakan awal agar kekerasan yang terjadi di Aceh tidak terulang,” ujarnya.

Karena lambannya respons terhadap kekerasan tersebut, Agusta menyebutkan masyarakat sipil menilai ada pembiaran terhadap peristiwa politik yang terjadi. Seharusnya, pengaman pemilu 2014 ini menjadi prioritas kepolisian, dengan pencegahan dan menindak lanjuti kasus-kasus kekerasan yang terjadi.

“Kegagalan fungsi dan peran intelijen kepolisian dalam mencegah tindak kekerasan dan pelanggaran pemilu menjadi permasalahan yang krusial, sehingga memberi ruang bagi skenario politik lainnya di Aceh dengan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Mustiqal Syah Putra menyebutkan, ada 21 kekerasan pemilu yang terjadi di Aceh setahun terakhir.

“Dari 21 kekerasan tersebut, enam di antaranya penganiayaan, lima kasus pembakaran mobil kontestan pemilu, tiga kasus intimidasi, tiga kasus pembunuhan, dan penculikan, perusakan posko, serta penembakan posko, masing-masing satu kasus,” papar Mustiqal Syah Putra. (ant/pr)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Motor Satria ‘Nyolonong Ke Kolong Bus Putra Pelangi

Di Simpang Ardhat Lhokseumawe, 8 Rumah Diamuk Sijago Merah

Related posts
Your comment?
Leave a Reply