3:11 pm - Senin November 23, 4240

Investor Migas Qatar Lirik LNG Aceh

419 Viewed Redaksi 0 respond
Qatar Berniat Investasi LNG di Aceh

Gubernur Aceh, Doto Zaini Abdullah Sedang Berbincang serius dengan Cris John, Presiden Direktur Perusahaan Raksasa Migas Qatar, Untuk Berinvestasi di Aceh (image: humas aceh)

Banda Aceh–Perusahaan raksasa migas asal Qatar, Mabadala Petroleum menyatakan minat dan keinginannya berinvestasi di Aceh pada sektor liquid natural gas (LNG), untuk kebutuhan domestik di Aceh.

Minat dan keseriusan ini disampaikan langsung oleh Presiden Direktur Mabadala Petroleum Indonesia, Chriss Jhon kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sebuah pertemuan.

Chriss Jhon, dalam presentasinya kepada Gubernur Aceh memaparkam bahwa, Mabadala Petroleum adalah perusahaan yang memiliki finansial yang kuat, serta saat ini tengah melakukan kegiatan eksplorasi migas diberbagai belahan dunia.

“Saat ini perusahaan kami memiliki ladang eksplorasi migas di Afrika, Kazakstan, dan Asia tenggara,” katanya, seperti dilansir waspada online, Jumat (28/02)

Single content advertisement top

Di Asia Tenggara sendiri, lanjut Chris Jhon dalam presentasinya yang menggunakan bahasa inggris, pihak Mabadala Petroleum fokus di tiga negara, yakni Vietnam, Thailand dan Indonesia.

Saat ini, sambungnya, pihak Mabadala di Indonesia telah melakuka kegiatan pembangunan kilang LNG di Selat Makasar dan Blok Natuna.

“Investasi kami di Indonesia, difokuskan untuk pasar domestik,” tukasnya.

Pertemuan yang berlangsung hampir satu jam tersebut, Presiden Direktur Mabadala Petroleum turut didampingi Danial Murthado Senior Commercial Manager, Paolo Tagnini Vice President Exploration, dan Taufik Rahardjo Vice Presiden Goverment Relation and Bussiness Support.

Sementara itu, Gubernur Aceh didampingi oleh Kepala Badan investasi dan promosi (BIP) Aceh Iskandar, Kepala Dinas pertambangan dan energi Said Ikhsan, Kepala badan lingkungan hidup (BLH) Aceh Anwar Muhammad, dan sejumlah kepala biro dan staf pemerintahan Aceh.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Chriss Jhon juga menyampaikan, bahwa saat ini perusahaannya telah telah meminta permohonan izin untuk kegiatan riset dan studi migas di Aceh.

“Kami sangat tertarik ingin berinvestasi di Aceh,” tukasnya.

Ia menegaskan, keinginan kuat berinvestasi di ujung pulau sumatera ini, karena pertimbangan besarnya kebutuhan gas domestik untuk Aceh dan Indonesia, terutama untuk keperluan rumah tangga, industri dan juga kebutuhan ekspor.

Hal lainnya, pihaknya menilai, dengan akan tuntasnya pipanisasi migas dari Aceh ke Sumatera Utara dan beroperasinya kilang regasifikasi gas arun di Lhokseumawe, maka hal tersebut menjadi bagian penting bagi rencana pihaknya berinvestasi di Aceh.

Menanggapi keinginan pihak Mabadala Petroleum, Gubernur Aceh sangat menyambut baik rencana tersebut, dan tentu keinginan perusahaan tersebut sejalan dengan visi pemerintah Aceh.

Namun gubernur mengatakan, saat ini berbagai investasi migas di Aceh belum dapat dijalankan, sebab rancangan peraturan pemerintah (RPP) migas saat ini dalam tahap penyelesaian antara pemerintah Aceh dan Pemerintah pusat, di Jakarta.

“PP migas Aceh, yang saat ini masih dalam bentuk RPP adalah landasan hukum bagi semua pihak yang ingin berinvestasi sektor migas di Aceh,” kata gubernur.

Kepada tim Mabadala Petroleum, gubernur memastikan, segala kerangka landasan hukum investasi migas di Aceh, akan tuntas pada tahun ini. “Sebelum berakhirnya periode Presiden SBY, Aceh sudah akan miliki PP Migas,” tandas gubernur. (wol/pr)

Editor: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Importir Malaysia Jajaki Komoditi Aceh

BI Meminta Pemerintah Aceh Jaga Kondusifitas Wilayah

Related posts
Your comment?
Leave a Reply