7:36 am - Jumat September 22, 2017

Ini Dia Bukti Penggelapan Dana Askes Bireuen

401 Viewed Redaksi 0 respond

Ilustrasi Korupsi (google)

Bireuen–Menghilangnya terduga kasus penggelapan dana iuran asuransi Askes, Fandi Munawar (FM), membuat gerah berbagai pihak yang peduli dengan keadilan dan penegakan hukum, salah satunya adalah LSM Gabungan Solidaritas Anti Korupsi (GaSAK).

Menurut data GaSAK, maka sesuai bukti penarikan subsidi iuran Askes yang telah dicairkan oleh FM bahwa tahap I tanggal 13 Februari 2013 sebesar Rp 568.618.540 dengan nomor SP2D 00155/1.20.05/LS/GJ/02/2013. Lalu, tahap II pada tanggal 29 April 2013 sebesar Rp 568.808.694 dengan SP2D bernomor 01119/1.20.05/BTL/GJ/04/2013. Sekanjutnya, tahap III tanggal 23 Juli 2013, nomor SP2D 03181/1.20.05/BTL/GJ07/2013 sebanyak Rp 570.150.931, serta Tahap IV pada tanggal 23 Desember 2013 senilai Rp 292.421.835 dengan SP2D nomor 07865/1.20.05/BTL/GJ/12/2013. Dengan total dana sebesar Rp 2.000.000.000 (dua miliar rupiah).

Single content advertisement top

Dari semua penarikan subsidi iuran Askes itu, diketahui FM hanya menyetor pencairan tahap I dan tahap IV saja sebesar Rp 891.469.825. Sedangkan sisanya tidak pernah disetorkan, sehingga menimbulkan kerugian negara yang diperkirakan sebanyak Rp 1.108.469.825

Ironi kasus tersebut sudah terkuak lama, namun tak kunjung selesai diproses. Meski sebelumnya  pihak Kejari mengakui mengalami kendala dalam komunikasi. dinyatakan sudah berulangkali mencoba menghubungi terduga FM namun belum menjawab hubungan komunikasi melalui seluler maupun SMS dari pihak kejaksaan.

Karenanya, pihak LSM GaSAK Bireuen beranggapan bila Kejari tegas dan membuktikan komitmennya, maka menghilangnya FM sungguh tidak akan terjadi. Ini adalah suatu hal memalukan dan bisa saja mencoreng Institusi Kejari.

“Seyogyanya setelah pemeriksaan dan FM ditetapkan sebagai tersangka proses pengusutan disegerakan dan dituntaskan. Ihwal FM menghilang bahkan memberikan kesan pembiaran sehingga memberi peluang bagi tersangka untuk menghilang”, ujar Kadiv Advokasi dan Kampanye GaSAK, Murni M.Nasir, mealui rilis yang diterima PikirReview.Com

Atas kasus ini, pihak GaSAK mempertanyakan konsistensi Kejari Bireuen, dalam menuntaskan beberapa kasus dugaan korupsi yang pernah ditanganinya.

Murni menambahkan, “terkait pernyataan jemput paksa FM seyogyanya dilakukan semenjak kasus tersebut terkuak, dan bahkan kami sangat mendukung perihal pernyataan tersebut. Dengan demikian salah satu ciri ketegasan pun terbuktikan’, imbuhnya.

Pihaknya, berharap kiranya Kejari tidak ada standar ganda dan tebang pilih dalam penuntasan kasus  ko­rupsi yang jumlah sangat banyak di Bireuen.

“Ibarat mata pisau dapur, penuntasan kasus pidana oleh kejaksaan jangan hanya me­nyentuh masyarakat kecil. Sedangkan, kasus  tindak pidana korupsi yang jelas merugikan Negara hingga miliaran rupiah dikerjakan  de­ngan lamban dan terkesan sengaja di­biarkan mengendap. Bila pencuri ayam tersangka dengan cepat ditahan, tapi pejabat malah dibiarkan begitu saja”, tutup Murni. [rilis/mi]

Editor: Safta

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Mantan Bendahara DPKKD Bireuen Menghilang, Kejari Diminta Bertanggung Jawab

AMSA: Kasus Pembakaran Tgk. Yusri, Siap Dibawa ke DPR

Related posts
Your comment?
Leave a Reply