11:25 am - Jumat September 22, 2017

Ibu & Anak Sudah Nenek Impikan Gubuk Sendiri

462 Viewed Redaksi 0 respond
Nasib Nek Rubiah (70) bersama Ibundanya (120 ) warga Takengon (foto: m.sanusi/pr)

Nek Rubiah (70) dengan Ibundanya (120), dua wanita tua yang masih hidup dibawah kemiskinan di Aceh Tengah (foto: m.sanusi/pr)

Aceh Tengah—Memasuki tahun ketiga kepemimpinan Aceh dibawah dr.Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (ZIKIR), namun angka kemiskinan dari tahun ke tahun justru terus meningkat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh edisi 1 Juli 2014,  menunjukkan bahwa secara umum Aceh memiliki jumlah penduduk miskin pada Maret 2014 mencapai 881 ribu orang atau 8,0%.

Angka ini jelas terlihat adanya peningkatan sekitar 0,45% dibandingkan dengan Maret 2013 dengan angka kemiskinan sebesar 17,60%. 17 Kabupaten/Kota di Aceh tergolong miskin karena berkemampuan keuangan rendah, namun Kabupaten Pidie merupakan daerah yang termiskin di Aceh, yakni dengan Kapasitas Fiskal 0,0592.

Single content advertisement top

Hanya empat kabupaten/kota yang masuk kategori ‘sedang’ yakni Kota Banda Aceh Kapasitas Fiskal (0,8562), Kota Lhokseumawe (0,7601), Kota Subussalam (0,5087), dan Kabupaten Aceh Jaya (0,6810).

Hanya dua yang masuk kategori tinggi yakni Kota Sabang (1,2823), dan Kabupaten Gayo Lues (1,0389). Sementara 17 kabupaten lainnya merupakan pendapatan fiskal terendah, demikian rilis laman djpk.depkeu.go.id

Dari data itu, Kabupaten Aceh tengah berada pada angka ke delapan paling miskin di Aceh dengan pendapatan Fiskal (0,2136) yang memiliki 14 kecamatan, yakni Linge, Atu, Jago, Bintang, Laut Tawar, Kebayakan, Pegasing, Bies, Bebesen, Kute Panang, Silih Nara, Ketol, Celala dan Rusip Antara, dengan jumlah penduduk sekitar 184,297 jiwa.

Jika diasumsikan rata-rata anggota rumah tangga sebesar 4 orang dan dikombinasikan dengan angka koreksi, maka jumlah penduduk miskin dan sangat miskin hasil yang Pendapatan Sosial Ekonomi Penduduk Tahun 2005 (PSE05) diperkirakan antara 39,04 juta dan 43,92 juta jiwa atau hanya sebagian kecil dari jumlah penduduk keseluruhan dengan kategori penduduk sangat miskin (BPS Aceh Tengah, 11 Februari 2014).

Bagian terkecil itu, dirasakan oleh Rubiah (70 th) warga Blang Kolak Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Wanita paruhbaya kelahiran 1945 itu, hidup dibawah kesengsaraan yang terus menggeluti harinya.

Meski memiliki tanggal lahir yang cukup membanggakan, tepat pada tahun negara ini bebas dari pembudakan Belanda dan Jepang, namun kehidupannya tidak semanis hasil kemerdekaan yang sekarang dirasakan bangsa ini.

Bagi Rubiah, negara ini hanya numpang atas nama merdeka, namun kehidupan sebagian warga negaranya sungguh masih sengsara dan hidup dibawah garis kemiskinan yang sama sekali tidak dapat merasakan layaknya sebuah negara yang telah merdeka.

Keseharian nek Rubiah, pergi mengelilingi kota Takengon untuk berjualan kue ampera dan tape buatannya. Sehari wanita itu mampu memperoleh penghasilan sekitar 40 ribu rupiah. dirinya bersyukur, dengan jumlah penghasilan itu, Rubiah bisa menghidupi ibunda tercinta dan cucu bungsunya yang telah ditinggal pergi ayahandanya.

Jumlah pendapatan tersebut, tentu membuat Rubiah tak mampu mengobati dirinya dan ibunda tercintanya Raminah, yang berusia 120 tahun, yang kini keduanya sering sakit-sakitan.

Namun ia masih bersyukur, meski tidak mampu untuk berobat, Rubiah masih bisa bertahan hidup dan menafkahi kehidupan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan perut dengan sesuap nasi. Sedangkan cucu bungsunya Hendro Susino (21 tahun) kini telah mendapat pekerjaan kuli bangunan dan sudah sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri, dan beban wanita paruh baya itupun sedikit berkurang.

Nek Rubiah mengaku, dirinya memang mengantongi kartu jaminan kesehatan, namun sejak kartu itu dimilikinya, Rubiah tak pernah berobat ke rumah sakit, karena ia takut usai berobat nantinya diminta biaya oleh dokter.

Untuk menjaga kesehatan diri dan ibundanya, Rubiah hanya membeli obat eceran yang dijual di kios, dan terkadang jika kondisi kesehatan semakin memburuk, maka Rubiah mengambil obat di apotik, tak jarang pula pemilik apotik menyerahkan obat permintaan Rubiah secara cuma-cuma alias gratis.

“Takut nenek nak, nantik setelah kita berobat sudah diminta uang, uang nenek sehari-hari hanya cukup untuk makan”ujar Rubiah dengan wajah sedih, saat bincang dengan pikirreview, beberapa hari lalu.

Nek Rubiah memang memiliki 5 anak, satu laki-laki dan 4 perempuan yang telah berkeluarga, namun takdir berkehendak lain, kelima anaknya itu, tinggal jauh bersamanya, dan kelima anaknya itu telah berkeluarga dengan pendapatan keluarga juga serba kekurangan dengan pekerjaan menjadi buruh kasar dan hanya mampu menghidupi keluarganya masing-masing.

Kini nek Rubiah hanya tinggal disebuah gubuk kontrakan berukuran 4×5 meter dengan ibundanya yang sering terbaring ditikar tua miliknya. Rubiah yang merupakan korban konflik itu, sangat berkeinginan mempunyai sebuah gubuk pribadi untuk dirinya bisa berteduh bersama ibunda kembali, pasca konflik aceh berkecamuk rumah miliknya hangus dibakar OTK.

Namun apalah daya, wanita paruh baya itu hanya di iming-iming mendapatkan rumah bantuan, tapi hingga kini, mimpi tersebut tak kunjung datang hanya dengan satu alasan, nek Rubiah tidak miliki lahan tanah untuk didirikan rumah bantuan yang hendak diberikan kepadanya.

“Sekarang nenek gak mikir panjang lagi, tugas nenek sekarang hanya cari uang dengan jualan dan bisa kasih makan ibu. Putus asa udah nenek, banyak kali ditinjau, tapi lagi-lagi syaratnya harus ada tanah, mana ada uang nenek untuk belik tanah, makan saja susah.” sebutnya dengan wajah mengerut.

Kini mimpi untuk memiliki gubuk sederhana ditenggelamkan. Pasalnya, jangankan untuk membeli setapak tanah, untuk memenuhi sesuap nasi, Rubiah terkadang kesulitan. Namun Ribuah bersyukur, karena masih memiliki tetangga yang mempunyai nilai sosial tinggi, dari beberapa tahun yang lalu, dirinya tidak pernah kelaparan berkat uluran tangan tetangga yang tak tega melihat dua wanita paruh baya hidup dalam kesengsaraan. (Nusi)

Redaktur: Khairu S

Don't miss the stories followPikirReview.Com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

5 Bocah Ajaib Ini, Bikin Dunia Kagum

Keajaiban Sedekah….(2)

Related posts
Your comment?
Leave a Reply